Senin, 07 Desember 2015

Lelaki Idaman Lain Mamah-mamah Muda

Hmm.. Jujur saya bingung memulai postingan, khawatir dibilang lebay nantinya hahaha... Kalau nggak disampaikan nanti jadi jerawat. Begini.... Di sosial media, saya sering membaca status mamah-mamah muda yang mengagumi publik figur laki-laki dengan sikap bak abg alay. "Aiiih gantengnya diaaaa..!" Atau... "Maulaaah akuu kalau begini maaah...." Pernah saya sengaja komentar di status si mamah muda, "suaminya nggak masalah ya Mak sampeyan ngidolain laki-laki lain?" Lalu dijawab dengan santainya oleh dia, "Justru suamiku kok yang downloadin lagu-lagunya, nyariin artikel-artikelnya...." Oh... Ya sudahlah. 

Bagi saya pribadi, setelah menikah, maka saya harus menjaga kehormatan saya sebagai seorang istri dengan hanya mencintai dan mengagumi suami saya seorang. Halah, kayak gitu aja dibawa serius. Ini mah buat hepi-hepi aja kok ngidolain Lee Min Ho atau Adam Levine. Okey, siapa sih yang nggak suka lihat wajah Lee Min Ho? Tapi saya nggak mau memanjakan rasa suka itu karena teringat ayat bahwasanya laki-laki maupun wanita harus menjaga pandangan dari nonmahram. Quran surat An Nur: 31, "Dan katakanlah kepada para perempuan beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat."

Ya, tapi kan dia artiiisss. Masa nggak boleh sih ngidolain artis? Lho, artis juga manusia dan mereka manusia biasa. Kita saja yang melihatnya ketinggian seolah mereka manusia luar biasa. Apalagi seorang wanita yang sudah menikah, wajib sekali menjaga pandangan sebagai bagian dari menjaga kehormatan suami. Jika kita masih mengagumi ketampanan laki-laki lain, itu berarti ada yang kurang dengan suami kita.

Ironisnya, ada mahmud (mamah muda) sengaja menyimpan foto artis-artis cowok yang kece-kece untuk menyegarkan mata dan pikiran yang suntuk, sementara suaminya itu sebenarnya nggak kalah kece. Ya salaaam.... Dikira memandangi foto itu nggak haram? Ya sama juga statusnya. Hat-hati lho jangan sampai gara-gara terobsesi dengan wajah-wajah kece lelaki lain, saat berhubungan suami istri dengan suami sah, eh malah membayangkan lelaki lain. Itu jatuhnya zina. 

Aaah.. Nggak gitu juga kalii... Kita mah santai aja kok, cuma buat have fun. Oke deh, have fun aja ya Mak.. Tapi gimana kalau pas kita ngucap dengan bercanda, "Maulaaaah...." saat ada foto artis cowok idola, lalu saat itu pas waktunya dengan saat doa dikabulkan (waktu yang mustajab), ladalah kesampaian keinginan kita. Ya nggak apa-apa dong, asik kaaan? Lah, tapi kan sampeyan sudah bersuami? Yakin, asyik? Ingat, ucapan, harapan, itu doa. Saya saja sering berharap dalam hati, cuma ngebatin aja, eh dikabulkan.

Katie Holmes, kenal kan? Saya membaca kisahnya di sebuah majalah remaja zaman dulu sekali sewaktu Katie baru saja dilamar Tom Cruise. Perbedaan usia mereka sangaaaat jauh. Katie masih muda, Tom sudah usia 40-an dan baru bercerai dengan Nicole Kidman. Katie Holmes bercerita bahwa pernikahannya dengan Tom Cruise adalah impian yang menjadi kenyataan. 

Saat usia Katie masih belasan, Tom Cruise sudah menjadi aktor terkenal dan sudah menikah dengan Nicole Kidman. Katie orang biasa, belum jadi artis. Katie jatuh cinta kepada Tom Cruise sebagai artis dan berharap di hadapan poster besar Tom, suatu ketika nanti Tom menjadi miliknya. Lebay? Namanya juga orang sudah ngefans, pasti lebay. Hati-hati saja sering tidak bisa membedakan antara kenyataan dan khayalan. 

Bertahun-tahun kemudian, ladalah Katie menjadi artis juga, bertemu dengan Tom Cruise ketika sudah bercerai dengan Nicole dan Tom pun jatuh cinta kepadanya. Mereka menikah, impian Katie menjadi kenyataan. Sayang, hanya lima tahun. Justru Katie yang menceraikan Tom. Barangkali karena ternyata aktor besar itu tak seperti impiannya semula. 

Itu kisah amazing yang saya baca. Siapa yang nyangka ya Katie ngebatin di depan poster Tom, "suatu hari nanti kau menjadi milikku," eh jadi kenyataan. Untungnya Katie masih abg alay, wajarlah. Tapi, kalau mamah muda??? Bener nih lebih milih artis daripada lelaki yang ada di sampingmu? (Di sampingnya foto artis juga haghaghag).

Alhamdulillah, masa-masa alay saya sudah lewat. Saya sudah kenyang bersikap seperti Katie. Memajang poster-poster artis, bermimpi bertemu mereka. Kesampaian? Enggak! Tuh kan, nggak mungkinlah kesampaian. Lho, siapa bilang nggak mungkin? Itu kan kasus saya. Kasus Anda bisa beda. Setidaknya saya sudah nggak punya perasaan menggebu-gebu lagi dengan wajah-wajah tampan di televisi. Biasa sajalah. Anehnya, setiap saya melihat Lee Min Ho, kelihatannya kok mirip suami saya? Hahahaha.. Maksudnya, wajah suami saya selalu membayangi. 

Bagi saya pribadi, saat ini yang saya cintai adalah suami saya. The one and only. Ya terserah sih kalau mamah lain mau mengagumi lelaki lain selain suaminya. Yang penting tugas saya untuk menyampaikan sudah selesai. "Sampaikanlah kebaikan walaupun hanya satu ayat." (Hadist)

Jumat, 04 Desember 2015

Aku Nggak Mau Nonton Sinetron!

Kemarin, iya memang baru kemarin, lini masa facebook saya ramai oleh foto seorang anak yang membawa tulisan permintaan kepada Presiden agar meniadakan sinetron. Kebanyakan teman facebook saya berkata, masa urusan sinetron saja harus Presiden juga?


Orangtuanya dong yang mengendalikan tevenya. Tinggal matiin tevenya, beres. Memang betul sih, saya juga heran kenapa banyak ibu yang suka nonton sinetron. Sewaktu anak-anak saya masih TK, saat sedang menunggui mereka pulang sekolah, ibu-ibu ramai mengerubuti tukang jualan mainan, hanya untuk membeli poster pemain sinetron GGS. Tahu kan GGS? Ganteng-ganteng Serigala.

Hah? Saya melongo. Anak mereka suka nonton GGS bahkan sampai mengoleksi poster pemainnya dan ibunya bahkan membelikan? Ya ampuun.. Anak saya ketinggalan zaman dong. Mereka nggak kenal pemain GGS, nonton aja enggak. Sebagai ibu, saya juga nggak sempat nontonnya. dan nggak akan membiarkan anak-anak nonton sinetron.

Lalu, anak-anak saya nonton apa? Nah itu dia, walaupun kami bukan pecandu teve tapi kadang-kadang kami nonton teve. Misalnya saat family time di hari libur dan pas nggak punya uang untuk jalan-jalan. Sesekali aja sih nontonnya. Ada kartun favorit anak-anak seperti Pocoyo, Arpo, Curious George, Marsha, dan lain-lain. Lama-lama mereka bosan karena filmnya diulang-ulang terus. 

Dulu ada sinetron yang bagus, seperti Keluarga Cemara atau Tujuh Kakak Satu Keponakan, tapi sekarang nggak ada lagi yang kayak gitu. Atau ada, tapi karena sedikit yang nonton jadi hilang deh. Nah, makanya ibu-ibu seharusnya jangan menonton sinetron yang buruk supaya ratingnya jatuh. Ini malah ditonton bareng anak-anak, hadeeuuh.. Orangtua yang seperti saya ini yang repot. Mau nyari tontonan bermutu kok susah. Matiin teve? Sudaah! 

Itu dia kenapa kami sempat mau pasang teve kabel, eh nggak ada tempat meletakkan parabolanya. Ya sudah, sekarang anak-anak semakin jarang nonton teve. Mereka main aja bertiga, risiko rumah berantakan dan suara berisiknya melebihi speaker masjid. Mau nonton teve, eh tayangannya sinetron semua, lokal, India, Turki, nggak banget deh. Kecuali ada yang benar-benar layak tonton. 

Saya pernah kok menemani anak-anak nonton sinetron anak-anak si Otong, eh adegannya kok anak-anak nakal semua. Saya sampai bilang ke anak-anak, "kalian jangan ngikutin yah, itu nggak baik." Tokoh-tokoh antagonisnya anak-anak kecil yang suka membully. Haduh, nggak deh. Ya kali anak-anak niru si Otong, kalau niru si pembully? .

Belum lagi yang jin-jin dan tuyul-tuyul. Dua anak saya sekolah, tapi yang kecil ini masih di rumah. Sepi cuma berdua, kadang pengen nonton teve tapi ceritanya ratapan ilahi terus. Kenapa nggak ada tayangan anak-anaknya sih? 

Jadi, saringan dari orangtua, yaitu saya, insya allah sudah dilakukan. Saya berharap pemerintah juga membantu mengarahkan para produser sinetron ini. Banyak penulis cerita anak yang bagus-bagus di Indonesia ini. Mereka bisa diajak membuat film kartun anak. Sopo Jarwo memang ada, tapi isi ceritanya sering terlalu dewasa juga karena tokoh utamanya si Sopo dan Jarwo. Mudah-mudahan produser film kita makin kreatif, terutama membuat tayangan untuk anak. Apalagi kalau Presiden mendatangi markas mereka dan ngomong dari hati ke hati. "Mbok ya bikin film anak yang layak ditonton. Ojo serigala wae, meden-medeni....." 

Kalau ada yang bilang, "kamu aja yang bikin filmnya..." Eit, saya mah cuman ibu-ibu rumah tangga, tapi saya kenal lho para penulis cerita anak yang karyanya bagus-bagus. Serius!  

Selasa, 01 Desember 2015

Lima Aktivitas Seru Tiga Jagoan bersama Morinaga Chil-Go!


Halooo… kenalkan, kami tiga jagoan Mamah Ela.  Nama kami, Ismail (8 tahun), Sidiq (7 tahun), dan Salim (3 tahun). Iyes! Kami bertiga laki-laki semuanya dan sangaaaaat aktif! Ssst…. Mamah itu orangnya cerewet, apalagi kalau kami sudah ngacak-ngacak rumah. Walaupun begitu, kami tetap sayang Mamah. Buktinya kami sering rebutan tidur di ketiak Mamah lho! Hihihi….. Insya Allah, kelak kami akan menjaga Mamah saat kami sudah besar.
                   
Setiap hari, Mamah sibuk mengurusi kebutuhan kami yang nggak ada habis-habisnya. Ismail dan Sidiq sudah sekolah dasar. Ismail kelas 2 dan Sidiq kelas 1. Bisa kan dibayangkan gimana sibuknya Mamah setiap pagi mengurusi keperluan sekolah kami? Dari mulai membangunkan tidur, menyuruh solat Subuh, membuatkan sarapan, menyiapkan bekal makan siang, sampai menyuapi makan! Jangan bilang-bilang Mamah, ya…. Sebenarnya, Ismail dan Sidiq sudah bisa makan sendiri, tapi kami inginnya disuapi Mamah kalau sedang di rumah. Supaya perhatian Mamah nggak dikasih ke Salim semuanya, hehehe…..

Salim, umurnya baru 3 tahun, jadi Mamah masih repot mengurusinya. Salim itu maunya dekat-dekat Mamah terus, bikin Ismail dan Sidiq iri. Kalau kami sudah kumpul bertiga, pasti deh rumah berantakan. Mamah sampai pusing.  Apalagi kalau kami sudah minta dibuatkan susu. Sebentar-sebentar bilang, “Maaa… susuuuu….” Iya, kan kami suka banget minum susu. Kata Mamah, dulu kami dikasih ASI sampai dua tahun lebih. Sekarang kami minum susu cair Morinaga Chil-Go! yang tinggal disedot, sluuuurrrrp….

Di sini, kami mau ceritain lima aktivitas seru bersama Morinaga Chil-Go! Teman-teman baca ya sampai selesai, jangan ditinggal tidur lho….

Morinaga Chil-Go untuk ke Sekolah
Ismail dan Sidiq sekolah di SDIT, jadi jam sekolahnya sampai sore. Ketika pertama masuk sekolah, memang kami sering malas. Capek deh sekolah sampai sore. Lebih enak di rumah sama Mamah, bebas dan bisa main-main. Tapi Mamah bilang, kalau Ismail mau jadi  Tentara dan Sidiq mau jadi Pilot, kami harus sekolah. Lama-lama, kami senang sekolah, karena jadi punya teman baru. Guru-gurunya juga baik. 
 

Berhubung kami sekolah sampai sore, Mamah harus menyiapkan bekal makan siang dan snack, supaya kami nggak jajan sembarangan. Untung ada Morinaga Chil-Go! sebagai tambahan snack. Biasanya, Ismail dan Sidiq minum susu Morinaga Chil-Go! saat jam istirahat pertama, jam 10 pagi. Kami suka semua rasa Morinaga Chil-Go!, cokelat, vanilla, dan strawberry. Semuanya enaaak!

Setelah minum susu Morinaga Chil-Go!, kami semangat lagi mengikuti pelajaran sampai istirahat siang. Baru deh makan nasi dan lauk pauk yang dibawakan Mamah dari rumah. Jam 14.30, bel pulang berbunyi, tapi kami masih semangat! Mamah sampai geleng-geleng kepala melihatnya. Katanya, “kok sekolah sampai sore, anak-anak masih aktif aja ya?” Hihihi…..

Morinaga Chil-Go! dan Puding Pelangi
Pulang sekolah, akhirnya sampai juga di rumah. Perjalanan dari sekolah ke rumah memang cukup jauh, kurang lebih 30 menit naik motor dibonceng Mamah. Perut kami sudah lapar lagi. Biasanya di kulkas ada makanan. Kami langsung menyerbu kulkas, daaaan…. Horeee! Ada agar warna-warni di dalam kulkas! Kata Mamah, itu namanya Puding Pelangi. Dibuatnya dari Jelly dan Morinaga Chil-Go!

Waaah! Rupanya tadi siang sewaktu kami di sekolah, Mamah membuatkan Puding Pelangi ini. Caranya gampang banget, cukup memasak jelly warna-warni (cokelat, plain (tanpa warna), dan strawberry) bersama susu cair Morinaga Chil-Go! Itu supaya agar-agarnya bernutrisi. Ditambah susu, jadi lebih enak dan lembut. Kami berebut memakannya. Eh, tapi kami lebih suka memakannya satu warna-satu warna. Oya, ini resep Puding Pelangi Morinaga Chil-Go! ala Mamah:

1 bungkus jelly rasa plain, ukuran sedang
1 bungkus jelly rasa cokelat , ukuran sedang
1 bungkus jelly rasa strawberry, ukuran sedang
6 botol susu Morinaga Chil-Go! rasa vanilla
6 botol susu Morinaga Chil-Go! rasa cokelat
6 botol susu Morinaga Chil-Go! rasa strawberry

Aduk jelly rasa plain bersama 6 botol susu Morinaga Chil-Go! rasa vanilla, masak di dalam panci sampai mendidih. Masukkan ke dalam cetakan, tunggu sampai dingin. Kemudian, masak lagi jelly rasa strawberry bersama 6 botol susu Morinaga Chil-Go! rasa strawberry di dalam panci sampai mendidih. Tuang ke atas jelly rasa plain yang sudah dingin. Tunggu sampai dingin. Lakukan hal yang sama dengan jelly rasa cokelat dan susu Morinaga Chil-Go! rasa cokelat. Setelah ketiganya dingin, masukkan ke dalam kulkas.

Kok nggak pakai gula? Iyaaap! Memang sudah nggak perlu pakai gula lagi. Rasa manis Morinaga Chil-Go! sudah pas! Kami senang sekali memakannya, sampai rebutan. Walaupun Puding Pelanginya sudah  menyatu, kami tetap memisah-misahkannya saat memakannya. Seru, sih! Ayo,  bilang ke mamahmu untuk  bikin Puding Pelangi Morinaga Chil-Go!

Morinaga Chil-Go! untuk Bermain di Rumah

Malam hari, waktunya belajar sambil bermain bersama Mamah. Eh, apa itu? Kok botol-botol Morinaga Chil-Go! ada benderanya? Waaah… Mamah bikin mainan dari botol bekas Morinaga Chil-Go! Botol-botolnya dituliskan huruf-huruf alphabet. Kalau Ismail sih sudah bisa baca, jadi nggak mau mainan itu lagi. Sidiq dan Salim yang mengikuti Mamah membaca huruf-huruf itu. Mamah menyebutkan satu kata dan Sidiq harus menyusun huruf-hurufnya, lalu dimasukkan ke dalam botol yang sesuai. Seru, deeeh….




Botol Morinaga Chil-Go! terbuat dari bahan yang mudah didaur ulang lho. Jadi, nggak merusak lingkungan. Apalagi kalau botol-botolnya bisa dibikin mainan. Kata Mamah, nanti Mamah mau bikin mainan yang lain lagi kalau sudah ada ide. Botol-botolnya disimpan dulu sampai ketemu ide lagi. 

Kalau Salim sekarang sedang asyik main lego dan menyusun balok. Sebelum main, Salim minum Morinaga Chil-Go! dulu, supaya bisa cepat menyusun baloknya. Horeee! Kapten Chil-Go! berhasil menyusun balok-baloknya menjadi istana.
 


Morinaga Chil-Go! untuk Belajar di Rumah
Malam hari sebelum tidur, Mamah mengajak kami mengulangi pelajaran di sekolah. Kami belajar bersama. Ismail lebih suka pelajaran Matematika, Alhamdulillah nilainya di sekolah bisa dapat seratus terus. Kalau Sidiq sukanya pelajaran menggambar dan mewarnai. Salim lebih suka dibacakan cerita oleh Mamah. Morinaga Chil-Go! juga menemani kami saat sedang belajar di rumah.

Kadang-kadang Mamah kerepotan mengajari kami satu per satu. Makanya, Mamah sering menyuruh Ismail membacakan dongeng untuk adik-adik. Itu setelah Mamah mengajari Ismail. Jadi, Mamah mengajari Ismail dulu, kemudian Ismail mengajari Sidiq dan Salim, gitu…. Nih, lihat, Sidiq dapat nilai 85 dalam tugas keterampilan. Keren, yaah…. Doakan kami bisa terus dapat nilai yang bagus ya.  



Morinaga Chil-Go! untuk Jalan-jalan
Asyiiik…. Hari libur sudah tiba. Setiap Sabtu atau Minggu, Ayah dan Mamah akan mengajak kami jalan-jalan ke mana saja. Sebelum jalan-jalan, kami harus makan dulu supaya kuat di perjalanan. Apalagi Ismail suka muntah kalau kelamaan di mobil dan masuk angin. 

Eh, lihat tuh Mamah bawa apa sebelum berangkat? Bawa Morinaga Chil-Go! dong! Maklum deh, kami sering haus di perjalanan.  Bener aja, baru juga mobilnya jalan 100 meter, kami sudah minta minum. Untung Mamah bawa Morinaga Chil-Go!nya banyak. Begitu sampai di tempat tujuan, lagi-lagi kami minum Morinaga Chil-Go! Nggak ada berhentinya, deh. Soalnya enak, sih! Kami juga jadi tambah semangat jalan-jalannya. Nggak ngeluh capek dan rewel minta pulang.

Itu dia lima aktivitas seru yang kami lakukan setiap hari bersama Morinaga Chil-Go! Susu cair untuk generasi platinum dengan kecerdasan multi talenta. Anak-anak seusia kami ini butuh asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang. Setiap hari, Mamah sudah memasakkan makanan yang enak-enak dan bergizi untuk kami. Semakin lengkap dengan Morinaga Chil-Go! yang praktis diminum. Tinggal tusuk dengan sedotan, lalu sluuurrrp! 

Susu cair Morinaga Chil-Go! ini baik diminum untuk anak usia 1-12 tahun. Kami sedang dalam periode emas, sehingga butuh nutrisi yang mendukung fungsi kognitif. Morinaga Chil-Go! mengandung Kolin dan Inositol yang berperan dalam penyimpanan memori, berpikir, berbicara, dan gerakan sadar. Juga mengandung Vitamin B Kompleks, Zat Besi, dan Yodium, yang berperan penting pada sistem saraf dan konsentrasi anak-anak seperti kami. Eit, masiha ada lagi nutrisi penunjang daya tahan tubuh, diantaranya: Prebiotik Inulin 1000 Mg dan serat pangan untuk membantu kesehatan saluran pencernaan, Zinc untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh, Kalsium tinggi untuk pembentukan tulang dan gigi, serta Vitamin A, C, dan E untuk melindungi sel tubuh agar dapat berfungsi dengan baik.

Waaaw! Kok kami bisa tahu ya nutrisi-nutrisi penting dalam susu cair Morinaga Chil-Go!? Iya, dooong…. Kakak Ismail kan sudah bisa membaca. Ismail membacanya di kemasan susu cair Morinaga Chil-Go!  Susu cair Morinaga Chil-Go! ini merupakan produk inovasi baru dari Kalbe dan Morinaga. Morinaga Research Centre berupaya untuk terus menciptakan produk-produk berkualitas.

Kalbe Nutritionals  ini adalah Health Foods Division PT Kalbe Farma Tbk, sebuah perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia yang sudah dirintis dari tahun 1982. Wuiih.. lama banget yaaah… sama kayak umur Mamah. Kalbe Nutritionals berkomitmen mengembangkan produk-produk kesehatan yang berkualitas dengan latar belakang keilmuan dan reputasi di bidang farmasi.  Jadi, nggak ragu lagi dong dengan kualitas produk-produknya, terutama susu cair Morinaga Chil-Go! ini!

Kami senang minum susu cair Morinaga Chil-Go! Mamaaa…. Minta lagi dong, susunyaaa….

Terima kasih ya, teman-teman, sudah membaca cerita kami bersama Morinaga Chil-Go!