Tampilkan postingan dengan label talkshow. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label talkshow. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Januari 2016

Kembangkan Minat dan Bakat Anak di Sun Life Edu Fair 2016

Assalamu'alaikum. Hari Minggu itu memang waktunya jalan-jalan bareng keluarga ya. Anak-anak sudah nggak sabar menunggu hari Minggu kemarin, karena saya sudah menjanjikan untuk melihat dongeng di acara Sun Life Edu Fair 2016, Main Atrium Senayan City, Jakarta. Acaranya sendiri sudah diselenggarakan dari tangga 28 Januari 2016 sampai 31 Januari 2016.  Kami pilih datang hari Minggu. Dari poster acaranya yang saya lihat di twitter @SunLife_ID, kelihatannya acara ini bakalan menarik. Ada School Performance (penampilan anak-anak dari beberapa sekolah), dongeng anak, booth-booth menarik, dan talkshow parenting. Wow, anak-anak bakal puas banget main di sini, sambil mamah dan ayahnya mendengarkan talkshow yang penting sekali. Menjadi orangtua itu kan memang harus banyak belajar. Sayangnya, belum ada sekolah untuk menjadi orangtua. Jadi, kita harus pintar-pintar cari ilmu pengasuhan anak melalui berbagai seminar dan talkshow. 


Acara Sun Life Edu Fair 2016 ini gratis pula. Kita tinggal datang saja ke Senayan City, lalu duduk cantik di depan panggung. Acara dimulai pukul 11.00 WIB sampai sore. Saya sampai di lokasi pukul 13.30 WIB, dan talkshownya sudah akan dimulai. Wah, cepat-cepat deh saya mencari tempat duduk di depan panggung. Area Sun Life Edu Fair 2016 sudah dipenuhi pengunjung. Seru sekali, orangtua dan anak-anaknya sama-sama sibuk. Orangtua sibuk mendengarkan talkshow, anak-anak sibuk bermain di area bermain yang disediakan gratis. Anak-anak saya pun sigap menghampiri area bermain Bricks for Kidz. Mata mereka menyala-nyala melihat tumpukan Bricks yang banyak sekali. Maklum, mereka penggemar Bricks, sampai tidak mau menengok ke area bermain lainnya. Untung saya bisa membujuk mereka untuk mampir sebentar di area bermain Origami dan Balok Susun, jadi saya bisa dapat tiga cap untuk ditukar merchandise menarik hehehe.... 

Passport SunLife EduFair 2016
Harus dapat masing-masing tiga cap
Anak-anak asyik bermain Bricks Lego

Oya, setiap anak memang bisa mendapatkan passport yang harus dikasih minimal tiga cap di area bermain dan tiga cap di stan pameran sekolah-sekolah. Ada beberapa sekolah yang membuka stan. Bagi orangtua yang masih bingung mencari sekolah yang tepat untuk anaknya, bisa tanya-tanya ke stan-stan tersebut. Saya pun mampir ke beberapa stan tersebut, salah satunya stan Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC Jakarta). Saya dibuat terkesima dengan hasil karya anak-anak difabel itu yang diperjualbelikan di stan tersebut. Ternyata mereka bisa membuat barang-barang berguna dan bermanfaat! Saya membeli salah satu bros cantik yang dijual di sana. Kemudian, saya kembali mendengarkan talkshow yang kali ini bertema "Ketahui  Bakat Minat Anak Anda." 


Para pembicara yang tampil, diantaranya: Psikolog Anna Surti Nina, Chief Community Officer Majalah Parenting dan Ayah Bunda Prameshwari S, dan Chief Agency Officer Sun Life Indonesia Wirasto K. Mbak Imesh (Prameshwari) menjadi pembicara pertama dengan menampilkan kutipan menarik dari M. Gandhi, mantan PM India yang tersohor itu, "Lead The Children Lead." Artinya, Biarkan Anak-anak Memimpin Jalan Mereka Sendiri. Hm, kita pasti sering mendengar tentang orangtua yang memaksakan cita-citanya kepada anak-anak mereka. Maksudnya, orangtua yang punya cita-cita, anak-anak yang harus mewujudkannya. Contoh, orangtua ingin menjadi dokter tapi tak kesampaian. Setelah mereka punya anak, anak-anaknya itulah yang disuruh jadi dokter padahal anaknya tidak mau jadi dokter. Akhirnya, anaknya pun stres. Nah, lhoo! 

Sidiq pilih jadi pilot!

Saya sendiri, dulunya ingin sekali menjadi desainer busana. Sejak kecil, saya suka gambar-gambar putri lengkap dengan baju-bajunya yang cantik. Saya juga pernah ikut lomba-lomba fashion show kecil-kecilan. Terakhir, sewaktu kuliah di Fakultas Ekonomi, saya ikut lomba desain busana tingkat kampus. Kegiatan itu sifatnya ekstrakurikuler. Saya menjadi juara pertama. Eh, kok saya kuliahnya di Fakultas Ekonomi ya? Ya itulah, sudah jamak terjadi, anak-anak bersekolah di tempat yang tidak sesuai dengan bakat dan minatnya. Saya sadar betul saya tidak mau kuliah di Fakultas Ekonomi. Sayangnya, hanya itu kesempatan yang saya punya. Untuk bisa kuliah di desain busana membutuhkan biaya yang tidak sedikit, karena belum ada kuliah desain busana di perguruan tinggi negeri di mana orangtua saya hanya mampu membiayai kuliah di perguruan tinggi negeri. Kalau di swasta, nyerah deh. Biayanya tidak ada! 

Booth Fashion Desainer
Psikolog Anna Surti Nina memaparkan perlunya komunikasi orangtua dan anak. Orangtua harus bisa memindai bakat dan minat anak, lalu membantu mengembangkannya dengan memberikan fasilitas-fasilitas. Bu Anna menjelaskan mengenal delapan kecerdasan majemuk pada anak menurut Prof. Howard Gardner, diantaranya: Linguistik (bahasa), Matematis-Logis (berpikir logis), Visual Spasial (warna, bentuk, garis, ruang), Kinestetis Jasmani (fisik), Musikal (musik), Interpersonal (kepekaan terhadap ekspresi wajah), Intrapersonal (memahami diri sendiri), dan Naturalis (alam).

Salim suka main bongkar pasang

Jadi, setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda. Bukan hanya anak yang bisa menguasai pelajaran Matematika dan IPA saja yang disebut cerdas. Anak-anak yang pintar menggambar, bermain musik, dan olahraga itu juga cerdas lho. Orangtua tidak bisa memaksakan anaknya harus cerdas Matematika dan IPA, kalau si anak cerdasnya lebih dominan dalam bidang olahraga. Toh, profesi yang ada di dunia ini bukan hanya Dokter dan Ilmuwan, tapi juga ada Olahragawan, Desainer, Pemusik, Pelukis, dan sebagainya. Orangtua mesti memperhatikan si anak lebih dominan ke mana, lalu bantu si anak untuk mengoptimalkan kecerdasannya itu. Namun, bukan berarti orangtua hanya fokus pada satu kecerdasan yang dominan. Kecerdasan lainnya juga harus ikut dikembangkan untuk mendukung kecerdasan yang paling dominan itu. Si anak juga tetap harus dikenalkan dengan bidang-bidang lain agar menambah pengalaman yang berguna untuk masa depannya. 

Booth Sun Life, bisa tanya tentang Sun Life Financial di sini!

Misalnya gini lho. Walaupun si anak itu suka Matematika, orangtua tetap harus memperkenalkan pelajaran menggambar, kegiatan berolahraga, dan sebagainya. Contoh, Dewi Dee Lestari, novelis Indonesia yang sangat terkenal itu. Dulunya adalah seorang penyanyi. Berarti beliau memiliki kecerdasan musikal. Lalu, sekarang dia lebih dikenal sebagai penulis novel. Itu artinya dia juga  memiliki kecerdasan Intrapersonal. Saya sendiri juga merasa memiliki lebih dari satu kecerdasan (cieh...). Yah, buktinya sekarang walaupun tidak berhasil menjadi desainer busana, tapi saya bisa menulis di blog maupun buku. Itu artinya, memang perlu sekali orangtua mengembangkan kecerdasan anaknya tidak hanya fokus pada satu hal, tapi bisa lebih. Orangtua saya dulu mungkin tidak menyadari kalau kegemaran mereka memberikan buku-buku bacaan kepada saya bisa berdampak pada optimalisasi kecerdasan Intrapersonal di mana saya akhirnya bisa menulis karya di blog maupun media cetak. 

Booth sekolah

Seperti itulah yang dipaparkan oleh Bapak Wirasto K, bahwasanya passion (kegemaran) anak itu bisa berubah-ubah. Kalau dulunya ingin jadi dokter, bisa jadi ke depannya berubah ingin jadi novelis. Untuk itu, orangtua harus memfasilitasi kegemaran anak dengan merencanakan sejak dini biaya-biaya yang kelak akan dibutuhkan. Biaya pendidikan anak bukan hanya di sekolah formal, melainkan juga di tempat-tempat kursus atau les yang mengasah minat dan bakat anak. Misalnya saja, les musik, piano, renang, dan sebagainya. Itu butuh biaya yang tak sedikit. Sementara itu, risiko selalu mengancam. Walaupun kita tidak berdoa yang buruk-buruk ya, tetapi hal itu memang bisa saja terjadi. Seperti orangtua yang tiba-tiba sakit parah atau terkena kecelakaan. Kalau orangtua mengalami hal buruk di saat anak-anak masih bersekolah, bagaimana? Itu mengapa orangtua harus merencanakan biaya pendidikan anak sejak dini untuk meminimalisir risiko tersebut. Salah satunya dengan memanfaatkan asuransi Sun Life Financial. 

Sun Life Financial itu sendiri menyediakan asuransi dari mulai asuransi kesehatan, syariah, jiwa, unit link, dana tunai sekolah, dan lain-lain. Selebihnya bisa dipelajari di website www.brighterlife.co.id dan www.sunlife.co.id. Kita bisa pilih-pilih deh mau asuransi yang mana. Produk asuransi syariahnya juga ada. Intinya, jangan sampai cita-cita anak terputus gara-gara orangtuanya kurang biaya atau terjadi sesuatu yang menyebabkan orangtua kesulitan membiayai sekolah anaknya. 

Para Blogger berfoto selepas acara. Sumber: Twitter @SunLife_ID

Alhamdulillah, selesai sudah acara talkshow yang sangat bermanfaat ini. Kemudian dilanjutkan dengan School Performance dari TK Don Bosco dan Dongeng Anak. Anak-anak saya tidak mau diajak pulang dan masih asyik dengan Bricks Legonya. Sayang, besok alias hari ini mereka sekolah jadi harus cepat pulang dong. Terima kasih, Sun Life Edu Fair 2016... Acaranya sangat menarik dan luar biasa!

Penampilan anak-anak TK Don Bosco

Ada dongengnya juga!



Smart Parenting and Health Talkshow Brawijaya Clinic FX Sudirman

Assalamu'alaikum. Alhamdulillah bisa kembali menjumpai pembaca blog ini. Hari Sabtu, 30 Januari 2016 lalu, saya mendapatkan undangan dari Blogger Reporter untuk meliput talkshow "Smart Parenting and Health" Brawijaya Clinic di lantai F5 FX Sudirman, Jakarta. Saya senang sekali bisa mendapatkan undangan ini karena bisa menambah pengetahuan mengenai parenting. Tema talkshownya adalah "Lindungi Sang Buah Hati dengan Nutrisi dan Stimulasi yang Tepat." Pembicaranya adalah Dr. Nathanne Septhiandi, SpA, dokter anak di Brawijaya Clinic, FX Sudirman. 


Sekilas mengenai Brawijaya Clinic FX Sudirman ini terletak di lantai F5 Mall FX Sudirman, Jl. Jenderal Sudirman #K*A-8B Pintu Satu Senayan, Jakarta 10270. Telepon (021) 25554099, 25554154. Email: bwccfx@gmail.com. Klinik ini adalah bagian dari Rumah Sakit Brawijaya Women and Children. Selain Brawijaya Clinic FX Sudirman, Brawijaya Clinic juga ada di Oktroi Plaza Building-Kemang, ANZ-Square-UOB Plaza-Thamrin, dan Buah Batu Bandung. Brawijaya Clinic memberikan pelayanan Klinik Spesialis Anak, Klinik Endokrin Anak, Klinik Tumbuh Kembang, Klinik Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Klinik Spesialis Dermatologi, Klinik Spesialis Gigi, dan USG 4D.

Brawijaya Clinic, FX Sudirman

Dalam talkshow kemarin, Dr. Nathanne menjelaskan mengenai nutrisi dan stimulasi yang tepat untuk anak, yang dimulai sejak ibu mengandung. Kalau kita menginginkan anak yang sehat dari cerdas, pemberian nutrisi untuk calon bayi sudah dimulai sejak mengandung lho ya. Di mana saat itu kita harus sudah memperhatikan makanan-makanan yang masuk. Jangan makan sembarangan lagi, terutama kita harus menjauhi makanan dan minuman yang berbahaya, seperti minuman beralkohol dan rokok Sedangkan stimulasi untuk bayi bisa dilakukan sejak usia kandungan 6 bulan. Ibu sudah bisa mengajak bayi mengobrol atau memperdengarkan suara yang indah, membacakan buku, dan sebagainya.

Dr. Nathanne Septhiandi, SpA

Setelah bayi lahir, tugas orangtua pun bertambah. Otak anak ada dua bagian: kanan dan kiri. Keduanya memiliki fungsi berbeda. Kalau otak kiri itu untuk mengembangkan kata-kata, logika, nomor-nomor, menganalisa, dan sebagainya. Sedangkan otak kanan itu untuk mengembangkan irama, imajinasi, kreativitas, warna, dan sebagainya. Kedua bagian otak ini harus seimbang perkembangannya, bukan hanya salah satu, dan membutuhkan nutrisi dan stimulasi yang tepat. Dr. Nathanne juga memberikan penjelasan mengenai stimulasi-stimulasi untuk anak sesuai dengan umurnya. Kalau ditulis semua bisa jadi satu buku nih, soalnya banyak banget informasi yang diberikan. Nggak rugi deh ikut talkshow ini. 

Para peserta juga antusias sekali bertanya, ya kapan lagi kan bisa tanya-tanya ke dokter anak secara gratis? Sudah begitu, semua peserta yang datang mendapatkan snack. Peserta yang kebanyakan ibu-ibu ini paling antusias bertanya saat Dr. Nathanne menjelaskan tentang aturan pemberian makan untuk anak. Wah, rupanya banyak ibu yang mengalami masalah dalam memberikan makanan ke anak-anak, seperti anak yang susah makan, pemilih makanan, bahkan ada anak yang makannya cepat sekali. Takutnya kalau makanannya cepat kan itu makanan belum sempat dikunyah sudah masuk ke perut. Saya sendiri termasuk yang punya masalah dalam pemberian makan ini. Anak-anak saya termasuk Picky Eater, suka pilih-pilih makanan. Susah deh memperkenalkan makanan baru kepada anak-anak. Mereka menilai makanan dari penampakannya. Kalau kelihatannya nggak enak, ya nggak mau dimakan. 

Peserta Talkshow

Dr. Nathanne menjelaskan bahwa ada aturan pemberian makan yang harus ditepati oleh orangtua, yaitu: ada jadwal makan utama dan makan selingan (snack) yang teratur, 3x makanan utama dan 2x makanan kecil diantaranya. Susu dapat diberikan 2-3x sehari. Lama makan hanya 30 menit, dan hanya ada air putih di antara waktu makan. Nah, jadi ibu-ibu, jangan lagi memberikan anak makan sampai berjam-jam ya. Saya dulu pernah mendengar seorang tetangga bercerita, kalau dia memberikan makan untuk anaknya sampai berjam-jam. Pokoknya ditungguin sampai makanannya habis. Waduuh, padahal, kalau anak sudah nggak mau makan itu berarti perutnya sudah kenyang. Mungkin karena sebelumnya sudah dikasih susu atau cemilan. Makanya sebelum waktu makan, anak jangan dikasih susu dan cemilan dulu.

Oya, kita harus mewaspadai terjadinya keterlambatan tumbuh kembang pada anak ya. Caranya dengan melakukan deteksi dini tumbuh kembang. Untuk pertumbuhan, timbang berat badannya, ukur tinggi badan dan lingkar kepalanya, serta lihat garis pertambahan BB, TB, dan LK pada grafik tumbuh kembang. Grafik ini bisa diperoleh di Posyandu. Sering ke Posyandu kan Bu? Supaya lebih mantap, bisa ke dokter anak. Di dokter anak, kita bisa menanyakan perkembangan anak dengan KPSP (Kuisioner Pra Skrining Perkembangan), daya pendengarannya dengan TDD (Tes Daya Pendengaran), daya penglihatannya dengan TDL (Tes Daya Lihat), masalah perilaku dngan kuisioner MME, autis dengan CHAT, gangguan pemusatan perhatian dengan kuisioner Conners.

Stimulasi pada anak bisa dilakukan saat anak bermain atau bercengkerama dengan orangtua. Orangtua jangan cuek. Cuma kasih mainan, lalu anak ditinggal. Orangtua harus ikut bermain bersama anak. Termasuk saat sedang menonton televisi, orangtua harus menjelaskan mengenai tontonan tersebut. Itu yang namanya stimulasi. Untuk orangtua yang bekerja, stimulasi nggak bisa diserahkan kepada pengasuh anak sebab pengasuh anak itu kan rata-rata bukan orang yang berpendidikan cukup. Walaupun pengasuhnya memiliki pendidikan yang cukup, mereka juga belum tentu memiliki rasa kasih sayang yang sama dengan orangtua si anak. Stimulasi untuk anak juga diberikan dalam bentuk kasih sayang. Jadi, sesibuk apa pun orangtua, tetap  harus menyediakan waktu untuk memberikan stimulasi. 

Ibu-ibu antri Free Dental Screening

Di akhir acara, dibagikan hadiah untuk tiga peserta yang dapat menjawab pertanyaan dan tiga peserta yang memposting foto di instagram, salah satunya sayaa! Alhamdulillah, saya mendapatkan hadiah tas cantik dari acara ini. Ada juga lima anak yang beruntung mendapatkan Free Dental Screening gratis. Wah, jadi nyesel nggak bawa anak-anak ke acara ini, hiks....

Goodiebag dan Tas Cantik