Tampilkan postingan dengan label stimulasi kecerdasan anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stimulasi kecerdasan anak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Januari 2016

Smart Parenting and Health Talkshow Brawijaya Clinic FX Sudirman

Assalamu'alaikum. Alhamdulillah bisa kembali menjumpai pembaca blog ini. Hari Sabtu, 30 Januari 2016 lalu, saya mendapatkan undangan dari Blogger Reporter untuk meliput talkshow "Smart Parenting and Health" Brawijaya Clinic di lantai F5 FX Sudirman, Jakarta. Saya senang sekali bisa mendapatkan undangan ini karena bisa menambah pengetahuan mengenai parenting. Tema talkshownya adalah "Lindungi Sang Buah Hati dengan Nutrisi dan Stimulasi yang Tepat." Pembicaranya adalah Dr. Nathanne Septhiandi, SpA, dokter anak di Brawijaya Clinic, FX Sudirman. 


Sekilas mengenai Brawijaya Clinic FX Sudirman ini terletak di lantai F5 Mall FX Sudirman, Jl. Jenderal Sudirman #K*A-8B Pintu Satu Senayan, Jakarta 10270. Telepon (021) 25554099, 25554154. Email: bwccfx@gmail.com. Klinik ini adalah bagian dari Rumah Sakit Brawijaya Women and Children. Selain Brawijaya Clinic FX Sudirman, Brawijaya Clinic juga ada di Oktroi Plaza Building-Kemang, ANZ-Square-UOB Plaza-Thamrin, dan Buah Batu Bandung. Brawijaya Clinic memberikan pelayanan Klinik Spesialis Anak, Klinik Endokrin Anak, Klinik Tumbuh Kembang, Klinik Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Klinik Spesialis Dermatologi, Klinik Spesialis Gigi, dan USG 4D.

Brawijaya Clinic, FX Sudirman

Dalam talkshow kemarin, Dr. Nathanne menjelaskan mengenai nutrisi dan stimulasi yang tepat untuk anak, yang dimulai sejak ibu mengandung. Kalau kita menginginkan anak yang sehat dari cerdas, pemberian nutrisi untuk calon bayi sudah dimulai sejak mengandung lho ya. Di mana saat itu kita harus sudah memperhatikan makanan-makanan yang masuk. Jangan makan sembarangan lagi, terutama kita harus menjauhi makanan dan minuman yang berbahaya, seperti minuman beralkohol dan rokok Sedangkan stimulasi untuk bayi bisa dilakukan sejak usia kandungan 6 bulan. Ibu sudah bisa mengajak bayi mengobrol atau memperdengarkan suara yang indah, membacakan buku, dan sebagainya.

Dr. Nathanne Septhiandi, SpA

Setelah bayi lahir, tugas orangtua pun bertambah. Otak anak ada dua bagian: kanan dan kiri. Keduanya memiliki fungsi berbeda. Kalau otak kiri itu untuk mengembangkan kata-kata, logika, nomor-nomor, menganalisa, dan sebagainya. Sedangkan otak kanan itu untuk mengembangkan irama, imajinasi, kreativitas, warna, dan sebagainya. Kedua bagian otak ini harus seimbang perkembangannya, bukan hanya salah satu, dan membutuhkan nutrisi dan stimulasi yang tepat. Dr. Nathanne juga memberikan penjelasan mengenai stimulasi-stimulasi untuk anak sesuai dengan umurnya. Kalau ditulis semua bisa jadi satu buku nih, soalnya banyak banget informasi yang diberikan. Nggak rugi deh ikut talkshow ini. 

Para peserta juga antusias sekali bertanya, ya kapan lagi kan bisa tanya-tanya ke dokter anak secara gratis? Sudah begitu, semua peserta yang datang mendapatkan snack. Peserta yang kebanyakan ibu-ibu ini paling antusias bertanya saat Dr. Nathanne menjelaskan tentang aturan pemberian makan untuk anak. Wah, rupanya banyak ibu yang mengalami masalah dalam memberikan makanan ke anak-anak, seperti anak yang susah makan, pemilih makanan, bahkan ada anak yang makannya cepat sekali. Takutnya kalau makanannya cepat kan itu makanan belum sempat dikunyah sudah masuk ke perut. Saya sendiri termasuk yang punya masalah dalam pemberian makan ini. Anak-anak saya termasuk Picky Eater, suka pilih-pilih makanan. Susah deh memperkenalkan makanan baru kepada anak-anak. Mereka menilai makanan dari penampakannya. Kalau kelihatannya nggak enak, ya nggak mau dimakan. 

Peserta Talkshow

Dr. Nathanne menjelaskan bahwa ada aturan pemberian makan yang harus ditepati oleh orangtua, yaitu: ada jadwal makan utama dan makan selingan (snack) yang teratur, 3x makanan utama dan 2x makanan kecil diantaranya. Susu dapat diberikan 2-3x sehari. Lama makan hanya 30 menit, dan hanya ada air putih di antara waktu makan. Nah, jadi ibu-ibu, jangan lagi memberikan anak makan sampai berjam-jam ya. Saya dulu pernah mendengar seorang tetangga bercerita, kalau dia memberikan makan untuk anaknya sampai berjam-jam. Pokoknya ditungguin sampai makanannya habis. Waduuh, padahal, kalau anak sudah nggak mau makan itu berarti perutnya sudah kenyang. Mungkin karena sebelumnya sudah dikasih susu atau cemilan. Makanya sebelum waktu makan, anak jangan dikasih susu dan cemilan dulu.

Oya, kita harus mewaspadai terjadinya keterlambatan tumbuh kembang pada anak ya. Caranya dengan melakukan deteksi dini tumbuh kembang. Untuk pertumbuhan, timbang berat badannya, ukur tinggi badan dan lingkar kepalanya, serta lihat garis pertambahan BB, TB, dan LK pada grafik tumbuh kembang. Grafik ini bisa diperoleh di Posyandu. Sering ke Posyandu kan Bu? Supaya lebih mantap, bisa ke dokter anak. Di dokter anak, kita bisa menanyakan perkembangan anak dengan KPSP (Kuisioner Pra Skrining Perkembangan), daya pendengarannya dengan TDD (Tes Daya Pendengaran), daya penglihatannya dengan TDL (Tes Daya Lihat), masalah perilaku dngan kuisioner MME, autis dengan CHAT, gangguan pemusatan perhatian dengan kuisioner Conners.

Stimulasi pada anak bisa dilakukan saat anak bermain atau bercengkerama dengan orangtua. Orangtua jangan cuek. Cuma kasih mainan, lalu anak ditinggal. Orangtua harus ikut bermain bersama anak. Termasuk saat sedang menonton televisi, orangtua harus menjelaskan mengenai tontonan tersebut. Itu yang namanya stimulasi. Untuk orangtua yang bekerja, stimulasi nggak bisa diserahkan kepada pengasuh anak sebab pengasuh anak itu kan rata-rata bukan orang yang berpendidikan cukup. Walaupun pengasuhnya memiliki pendidikan yang cukup, mereka juga belum tentu memiliki rasa kasih sayang yang sama dengan orangtua si anak. Stimulasi untuk anak juga diberikan dalam bentuk kasih sayang. Jadi, sesibuk apa pun orangtua, tetap  harus menyediakan waktu untuk memberikan stimulasi. 

Ibu-ibu antri Free Dental Screening

Di akhir acara, dibagikan hadiah untuk tiga peserta yang dapat menjawab pertanyaan dan tiga peserta yang memposting foto di instagram, salah satunya sayaa! Alhamdulillah, saya mendapatkan hadiah tas cantik dari acara ini. Ada juga lima anak yang beruntung mendapatkan Free Dental Screening gratis. Wah, jadi nyesel nggak bawa anak-anak ke acara ini, hiks....

Goodiebag dan Tas Cantik

Selasa, 19 Januari 2016

Optimalisasi Kecerdasan Majemuk Menggunakan Morinaga Multiple Intelligence PlayPlan



Assalamu’alaikum, Bunda-bunda tentu sudah membaca tulisan-tulisan saya sebelumnya mengenai Morinaga Multiple Intelligence PlayPlanyang sangat membantu saya memberikan permainan-permainan edukatif untuk si kecil. Untuk bisa mengakses website www.morinagamiplayplan.com caranya mudah saja. Kita tinggal mendaftar dan mengikuti petunjuknya. Setelah mendaftar, saya diminta menjawab 64 pertanyaan untuk menganalisis kecerdasan yang paling dominan dari delapan jenis kecerdasan yang ada pada Salim. Setelah selesai menjawabnya, ada empat kercerdasan yang paling dominan: Musikal, Kinestetik, Naturalis, dan Visual Spasial. Selanjutnya nanti saya bisa mengembangkan kecerdasan itu dengan menggunakan stimulasi-stimulasi yang diberikan.


Dari Newsletter Morinaga, Helly Octaviana, Business Unit Head Nutrition for Kids, Kalbe Nutritionals, mengungkapkan, “Morinaga percaya, setiap anak lahir dengan potensinya masing-masing yang menjadikannya unik. Sejalan dengan pendidikan akademis yang harus ditempuh, pendidikan non akademis juga penting agar potensi si kecil berkembang maksimal.” Agar si kecil menjadi Generasi Platinum, yaitu anak-anak yang siap menerima masa depan dengan bekal fisik yang sehat dan kecerdasan intelektual, emosi, dan spiritual, Morinaga mempersembahkan MoriCare+ Prodiges yang merupakan sinergi antara nutrisi dan stimulasi. 

Dengan menggunakan filosofi sepuluh jari tangan yang berbeda-beda, setiap anak memiliki potensi yang berbeda-berbeda. Orangtua harus mengetahui dan memahami potensi si kecil sebagai langkah awal membesarkan dan membantunya berkembang sesuai dengan  kepribadian uniknya. Hal itu juga dapat membantu pengembangan karakter dan rasa percaya diri si kecil dalam menghadapi tantangan global. Inovasi MoriCare+ Prodigeslebih dari sekadar nutrisi atau beyond nutrition, karena menghadirkan sebuah modul digital: Multiple Intelligence PlayPlan atau MI PlayPlan.  

Saya sudah mencoba aplikasi tersebut dan sudah mendapatkan empat kecerdasan yang dominan ada pada Salim, 3,3 tahun. Saya sangat terbantu dengan games-games yang disediakan dan dapat dipraktekkan di rumah sehingga saya menjadi lebih kreatif dalam menstimulasi Salim. Aplikasi ini ditujukan untuk anak usia 1-6 tahun. Salim sangat senang sekali mempraktekkan ide-ide permainannya. Dia jadi memiliki kesibukan yang bermanfaat. 


Berdasarkan empat kecerdasan dominan yang ada pada Salim, saya mau menceritakan stimulasi yang sudah saya berikan, satu per satu. 

Pertama, Kecerdasan Musikal
Kecerdasan musikal adalah kecerdasan yang menekankan kemampuan memahami musik sebagai media untuk mengapresiasikan diri. Sekarang saya paham, mengapa Salim sangat tertarik dengan suara musik atau orang bernyanyi. Rupanya kecerdasan yang paling dominan adalah musikal! Salim itu kalau ada suara musik atau orang bernyanyi, dia akan tertawa-tawa lalu ikut bergoyang. Dia akan senang sekali kalau disuruh naik ke atas meja untuk bernyanyi. Dia juga suka bermain tebak suara, yaitu menirukan suara-suara hewan yang diketahuinya. Sayang, saya belum banyak menstimulasi kecerdasan yang satu ini karena saya sendiri kurang suka bernyanyi. Ini PR buat saya agar lebih semangat dalam memberikan stimulasi, diantaranya dengan bernyanyi saat melakukan kegiatan sehari-hari maupun membuat alat musik dari benda-benda yang mudah ditemukan.

Tahu sendiri kan, kalau kita membeli alat musik seperti gitar, piano, biola, itu berapa harganya? Stimulasinya bisa dimulai dari yang sederhana dulu. Yang penting anak berani maju ke depan dan menunjukkan bakatnya. Kecerdasan musikal ini bukan berarti ke depannya nanti anak saya akan menjadi pemusik atau penyanyi. Howard Gardner yang menggagas Kecerdasan Majemuk dan banyak ilmuwan lainnya meyakini bahwa kecerdasan musikal adalah pusat pengalaman manusia dan merupakan awal dari munculnya kecerdasan individu.

Kecerdasan musikal memiliki keterkaitan erat dengan jenis kecerdasan lainnya. Kita sering merasakan musik dengan tubuh kita melalui gerakan-gerakan seperti menghentakkan kaki, menggeleng-gelengkan kepala, menari, dan sebagainya, yang berhubungan dengan kecerdasan kinestetis. Kita juga merasakan musik dengan emosi, seperti menangis (saat lagunya sedih), tertawa (saat lagunya gembira), dan sebagainya, yang berhubungan dengan kecerdasan emosional (Interpersonal). 

Manfaat memiliki kecerdasan musikal itu diantaranya: memiliki pengetahuan untuk mengurangi stress yang dialami, meningkatkan kreativitas diri, menggali berbagai kemampuan terpendam untuk kepentingan belajarnya dan mengingat berbagai informasi mengenai sesuatu, mengasah suasana hati (mood) untuk lebih mengoptimalkan keberadaan dirinya, dan memiliki pengetahuan untuk memperdalam hubungan personalnya dengan orang lain. (sumber referensi: di sini)

Jadi, makin paham deh saya sekarang kalau kecerdasan musikal ini perlu distimulasi dengan baik. Wah, saya harus sering-sering bernyanyi nih untuk Salim. Tak heran kegiatan bernyanyi itu sering diadakan di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan TK (Taman Kanak-Kanak). Nah, aplikasi MI PlayPlan memberikan ide untuk membuat alat-alat musik yang mudah dibuat, salah satunya Gitar Kardus. Bahan-bahan yang diperlukan dan tahapan pembuatannya bisa lihat di gambar. 

Berhubung lemnya kurang kuat, maka saya menambahnya dengan lem selotip, lalu menjahitnya sedikit di tengah-tengah. Didiamkan dulu semalaman agar lemnya mengeras. Besok paginya, Salim bergaya dengan gitar kardusnya bak seorang Ksatria Bergitar! 

Cara membuat Gitar Kardus

Kedua, Kecerdasan Kinestetis
Kecerdasan kinestetis adalah kecerdasan yang menekankan pada penggunaan tubuh dalam berkomunikasi dan mengekspresikan diri. Kalau yang ini jelas sekali, karena Salim itu sangat aktif, tidak mau diam, selalu bergerak ke sana kemari, dan senang membongkar benda-benda. Makanya mainan-mainannya rusak semua karena dipreteli. Kalau belum copot semua onderdilnya, belum puas. Cara menstimulasinya dengan mengajak melakukan kegiatan-kegiatan fisik, seperti berlarian, melompat, naik sepeda, bermain di luar rumah, atau bermain pasir. 


Setidaknya sekarang saya mengerti mengapa saya seharusnya santai saja kalau anak-anak mengacak-acak rumah, tidak  bisa diam, berlarian, dan melompat-lompat di tempat tidur, karena itu salah satu cara menstimulasi kecerdasan kinestetis. Orangtua justru harus senang kalau anaknya aktif dan tidak ada gangguan pada salah satu anggota tubuhnya. 

Ketiga, Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan Naturalis merupakan kecerdasan dalam berpikir dan belajar yang berkaitan dengan pemahaman terhadap lingkungan sekitar kita, seperti tanaman, binatang, atau benda mati seperti air, batuan, atau gejala alam seperti hujan atau panas, atau tentang ruang angkasa. Yang namanya anak-anak, Salim memang suka dengan cerita-cerita binatang atau karakter-karakter hewan. Saya sering membacakan cerita hewan-hewan dan dia senang mendengarkannya. Nanti dia akan mengikuti suara hewan-hewan tersebut.  



Untuk stimulasinya, saya mencetak gambar-gambar siklus hujan, elang dan makanannya, serta gambar-gambar lain dari website MI PlayPlan. Saya ajak Salim untuk mewarnai gambar, sekaligus menjelaskan maksud gambar tersebut. Misalnya, gambar siklus hujan. Saya jelaskan bagaimana proses terjadinya hujan. Memang, anak seusia Salim belum mengerti benar, tapi insya Allah kalau sering diceritakan lama-lama dia mengerti. 



Keempat, Kecerdasan Visual Spasial
Kecerdasan Visual Spasial merupakan kecerdasan dalam berpikir dan belajar dengan gambar-gambar, memahami bentuk, pola, bentuk, posisi, dan ruang suatu obyek, termasuk untuk berpikir kreatif. Di antara cirinya adalah senang menggambar atau melukis, melihat lukisan-foto-film, membuat berbagai permainan kreatif, dan sebagainya. Salim memang suka sekali menonton film, termasuk video-video yang ada di You Tube. 


Cara membuat Penguin

Ahaa! Ternyata Rencana Bermain MI PlayPlan juga ada di You Tube. Saya membuat boneka Penguin dari kardus yang cara pembuatannya mengikuti video You Tube Morinaga Platinum, berjudul: Rencana Bermain Multiple Intelligence - Beri Makan Penguin. Salim ikut menggunting-gunting saat saya membuatkan boneka Penguinnya. Sekalian saja saya kasih tahu bentuk-bentuk geometri, seperti lingkaran dan segitiga. Setelah bonekanya jadi, dia pun tahu kalau Penguin itu makanannya ikan. Dia senang sekali memasukkan ikan-ikan ke mulut Penguin.



Demikian stimulasi yang sudah saya berikan kepada Salim. Tentunya itu belum cukup. Masih banyak ide-ide bermain lainnya di website MI PlayPlan yang  bisa saya praktekkan. Selain stimulasi, si kecil juga membutuhkan nutrisi. Nutrisi adalah perisai pelindung tumbuh kembang anak. Dikutip dari Newsletter Morinaga, DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), Ketua DIvisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. Soetomo FK Unair Surabaya menjelaskan, “Perisai pelindung yang dimaksud, tersusun dari tiga sisi yang terbingkai menjadi satu kesatuan yang saling menguatkan. Sisi pertama, terdiri dari stuktur dan sirkuit otak yang terbentuk dengan sehat dan kuat. Sisi kedua, terbentuk dari sistem kekebalan tubuh yang mampu melindungi anak dari paparan negative lingkungan sekitar. Dan, sisi ketiga terbentuk dari bangunan fisik tubuh yang mampu tumbuh sesuai dengan tahap manusia. Kekuatan bangunan Perisai ditentukan oleh bahan dasar penyusunnya, yaitu nutrisi sejak dini yang tepat dan seimbang.”



Salah satu nutrisi penting yang saya berikan adalah susu Morinaga Platinum Chil-School 4 MoriCare+ Prodiges Rasa Madu untuk anak usia 3-12 tahun dari Kalbe Nutritionals. Memiliki formula Platinum Moricare+Prodiges, inovasi unggulan berupa sinergi nutrisi antara faktor kecerdasan multitalenta, pertahanan tubuh ganda, dan tumbuh kembang optimal untuk mendukung si kecil menjadi Generasi Platinum yang Multitalenta. Alhamdulillah, Salim minum ASI sampai usia dua tahun lebih. Menjelang dua tahun, saya berikan susu formula tambahan, langsung menggunakan gelas. Salim suka meminumnya, jadi sekarang saya tidak perlu menyapihnya untuk kedua kali (menyapih dari dot). 


Minum susu Morinaga Chil-School Moricare+ Prodiges ini tiga kali sehari, insya Allah sudah memenuhi kebutuhan gizi dan energi si kecil, selain mengonsumsi makanan bergizi. Doa Mama, semoga Salim kelak bisa menjadi anak Generasi Platinum yang Multitalenta. Aaamiin…. 







Selasa, 12 Januari 2016

Mama Kreatif Berkat Morinaga Multiple Intelligence PlayPlan



“Mah, beli mainaaan….” Salim rewel.
“Beli mainan, Maah….” Sidiq menatap dengan mata kucing yang sedang berharap dikasih ikan oleh tuannya.
“Kakak juga mau beli mainan.” Ismail tak mau kalah, meski meminta dengan nada datar. 

Hem, Mama pusing deh. Lagi-lagi minta beli mainan. Dunia anak memang dunia bermain, tapi kalau setiap hari beli mainan, bisa jebol dompet Mama. Jadi ingat suatu ketika pernah ngobrolin soal surga bersama anak-anak.


“Kalian mau masuk surga, nggak? Ayo, bantuin Mama kalau mau masuk surga…,” kata saya, saat sedang membereskan mainan anak-anak yang bertebaran di lantai. 
“Surga itu apa, Mah?” Sidiq bertanya. Mereka memang sedang dalam fase kritis. Segala hal ditanyakan.
“Surga itu tempat yang indaaah sekali…. Semua yang kalian mau, ada di surga. Sidiq maunya apa?” saya balik bertanya.
“Mainan! Sidiq mau mainan yang  banyak!”
“Salim juga!” si bungsu ikut-ikutan.
“Kalau Kakak maunya makanan yang banyak!” (Ismail memang doyan ngemil, hihihi)

Mama bengong.

Lagi-lagi mainan. Ya iya dong, mainan itu senjata ampuh untuk mendiamkan anak-anak. Lihat saja, di mana ada anak-anak, di situ ada tukang mainan. Masalahnya, harga mainan buatan pabrik itu mahal-mahal. Lagipula, hanya sedikit yang bisa menstimulasi otak anak. Anak-anak saya juga sukanya pilih-pilih mainan. Mereka suka mainan yang bisa dibongkar pasang. Semua mainan tak ada yang utuh. Dipreteli sedemikian rupa. Ujung-ujungnya masuk tempat sampah. Hiks…. Saya pernah berandai-andai, seandainya uang untuk  beli mainan itu dipakai untuk beli baju saya, kan saya jadi bisa mamah yang lebih gaya, ahaaii….

Kalau dikumpulin itu uang yang digunakan untuk beli mainan plastik, bisa jutaan rupiah. Mainan anak-anak sekarang harganya mahal-mahal. Ditambah pula anak-anak saya maunya mainan yang bisa dibongkar-bongkar. Sekarang sedang  musim mainan bongkar pasang yang jadi tokoh kartun film terkenal. Itu hanya satu miniatur orang-orangannya saja harganya Rp 15.000, yang KW-nya, alias yang menyerupai asli. Kalau yang original, beuuuh… harganya lebih mahal lagi. Di atas Rp 50.000. Anak saya tiga dengan usia berdekatan, jadi ketiganya harus dibelikan. Dompet mama pun semakin mengkerut. Untung mereka dapat angpau lebaran yang lumayan, hehehe…. Habis buat beli mainan.

Sebaliknya, di rumah ada banyak kardus bekas susu Morinaga Platinum. Sayang juga sih kalau dibuang. Saya terpikir ingin membuat prakarya bersama anak-anak, karena sesungguhnya mereka meminta mainan itu untuk mengisi waktu. Walaupun di rumah saya ada televisi, tapi jarang dinyalakan. Anak-anak lebih suka bermain bertiga, melakukan aktivitas fisik yang membuat mamanya geleng-geleng kepala. Gimana enggak? Rumah kayak kapal pecah deh. Mainan tersebar di mana-mana, dari ruang tamu sampai tempat tidur.  



Masalahnya, saya tidak kreatiiif! Maklum, dulu saya tidak masuk TK, hehehe…. Kalau di TK kan anak-anak belajar bikin prakarya. Saya langsung belajar di SD, membaca dan menulis yang text book. Otak saya tidak terlatih untuk melakukan kerajinan tangan. Untung saya ketemu aplikasi Morinaga Multiple Intelligence PlayPlan di www.morinagamiplayplan.com. Di website ini tersedia games DIY (Do It Yourself) yang bisa kita praktekkan di rumah. Kita bisa memanfaatkan barang-barang bekas untuk membuat bermacam-macam mainan, yang bermanfaat guna menstimulasi kecerdasan anak, terutama anak usia 1-6 tahun. Langsung daftar saja di website tersebut dan dapatkan berbagai petunjuk membuat permainan kreatif untuk anak-anak. 


Salim usianya 3 tahun. Saya belum memasukkannya ke Playgroup karena tidak ada Playgroup yang memadai di sekitar tempat tinggal saya. Ada Playgroup, tapi anak usia 2 tahun sudah disuruh menghapal segala macam. Kasihan nanti terbebani. Saya ingin Salim belajar sambil bermain. Benar-benar bermain. Saya kapok juga karena dulu memasukkan Sidiq ke TK umur 3,5 tahun dan dia dipaksa menghapal abjad, huruf arab, berhitung, dan sebagainya dengan tekanan. Akhirnya sekarang jadi kurang bersemangat belajar. Jadi, saya memilih  mengajari Salim sendiri, santai tanpa paksaan. 

Mainan adalah salah satu sarana untuk belajar, tetapi memilih mainan pun tak sembarangan. Pengalaman berkali-kali membeli mainan untuk anak-anak, tak semuanya mampu menstimulasi otak anak. Berbekal instruksi dari website Morinaga MI PlayPlan, saya mengajak anak-anak membuat mainan sendiri. Mereka mendapatkan dua keuntungan dari mengaplikasikan DIY Morinaga MI PlayPlan ini: menjadi kreatif saat membuat mainan sendiri dan hiburan saat memainkannya. Ibu-ibu juga bisa mempraktekkannya di rumah, dengan mencetak panduan pembuatannya. Anak-anak jadi punya kesibukan yang menyenangkan. 

Rencana Bermain MI Morinaga (Morinaga MI PlayPlan) adalah jadwal bermain dan aktivitas harian yang dapat digunakan oleh para orangtua untuk merencanakan, mengarahkan, dan membantu menstimulasi perkembangan Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence) anak-anak, khususnya anak usia 1-6 tahun. Di dalamnya meliputi tipe aktivitas, peranan, dan kegiatan yang akan dilakukan oleh anak dalam kegiatan hariannya.

Menurut Dr. Howard Gardner, psikolog dari Universitas Harvard, Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence) adalah kecerdasan yang mencakup banyak bidang dalam kehidupan sehari-hari, yang membuat seseorang mampu untuk belajar, memahami lingkungan, dan memecahkan masalah. Setiap anak memiliki kecerdasan majemuk, tetapi ada satu yang dominan dan harus lebih maksimal dikembangkan untuk masa depannya. Bagaimana caranya? Kita dapat melakukan observasi pada kegiatan sehari-hari anak atau menggunakan alat bantu identifikasi awal Kecerdasan Majemuk yang bisa diaplikasikan melalui website Morinaga MI PlayPlan. 

Beberapa permainan kreatif yang sudah saya praktekkan bersama anak-anak yang diambil dari website Morinaga MI PlayPlan, diantaranya: 

Membuat Papan Kegiatan



Tujuan Pencapaian:
Mendorong dan memotivasi anak untuk menyelesaikan pekerjaan atau melakukan pekerjaan yang disukainya.
Anak merasa terapresiasi dengan apa yang sudah dikerjakannya.

Baca juga: Membuat Papan Kegiatan bersama Morinaga Multiple Intelligence PlayPlan

Membuat Gitar Kardus


Stimulasi kemampuan menyanyi.
Mengajarkan anak-anak untuk berekspresi dan tampil percaya diri. 

Pasir Garam Berwarna


Meningkatkan kemampuan visual.
Mengasah kreativitas dalam mewarnai sesuatu.

Mewarnai, Menggunting, dan Menempel Gambar


Untuk menstimulasi kecerdasan visual spasial, kinestetik, logical matematik, naturalis, dan linguistik.
Soal mainan ini, ternyata anak-anak itu tidak cukup hanya diberikan  mainan lalu selesai. Anak-anak akan cepat bosan kalau main sendiri. Orangtua harus ikut mendampingi. Kalau orangtua ikut bermain, anak-anak pasti senang. Saya juga menikmati keseruan membuat mainan-mainan ini. Saat anak-anak sudah terlihat lelah, saya tawari minum susu Morinaga Platinum Chil-School Moricare+ Prodiges yang mengandung nutrisi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh anak-anak. 

  • Protein: komponen esensial dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.
  • Vitamin B12: berperan sebaai koenzim dalam pembentukan asam nukleat, misalnya sel darah merah.
  • Zat Besi: komponen hemoglobin dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.
  • Zink dan Vitamin A: membantu mempertahankan keutuhan lapisan permukaan saluran pencernaan.
  • Tinggi Kalsium dan Vitamin D: berperan dalam pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi. 





Rangkaian produk Morinaga Platinum kini komposisinya lebih lengkap karena dilengkapi dengan MoriCare+ Formula yang mengandung: 

  • Brain Care, nutrisi yang berperan dalam perkembangan otak seperti DHA, AA, AL, AAL, Zat Kolin, Fosfolipid, dan Zat Besi.
  • Body Defense, nutrisi yang berperan dalam menjaga kesehatan saluran cerna, berupa Prebiotik Laktulosa, Probiotik BB536 & M16-V, Laktoferrin dan Zink.
  • Body Growth, kombinasi unik nutrisi untuk menunjang pertumbuhan dan aktifitas anak, terdiri dari Prodiges (nutrisi mudah cerna: Whey Protein dan Lemak OPO).

Inovasi Moricare+ Prodiges lebih dari sekadar nutrisi atau beyond nutrition  karena menghadirkan sebuah modul digital yaitu Multiple Intelligence PlayPlan atau MI PlayPlan yang bisa dilihat di www.morinagamiplayplan.com. Mengutip ucapan dalam Newsletter Morinaga, Helly Octaviana, Business Unit Health Nutrition for Kids, Kalbe Nutritionals, "Modul Multiple Intelligence PlayPlan atau MI PlayPlan persembahan Morinaga, diharapkan bisa membantu Bunda dalam mengenali kecerdasan si kecil dan memberikan stimulasi yang tepat." Modul tersebut mencakup stimulasi 8 tipe kecerdasan, yaitu Kecerdasan Musikal, Intrapersonal, Interpersonal, Naturalis, Visual Spasial, Linguistik, Logika Matematika, dan Kinestetis. 

Tiga langkah untuk mengakses modul ini, yaitu: 

Identifikasi: untuk mengenali jenis kecerdasan yang dominan dan yang kurang dominan, sehingga dapat menentukan stimulasi spesifik yang dibutuhkan si kecil. 

Stimulasi: untuk mendeteksi potensi talenta, dari kecerdasan yang telah teridentisifikasi. Berupa agenda bermain dan ragam ide permainan. 

Evaluasi: bermanfaat untuk mempertajam kecerdasan lainnya yang masih kurang dominan. 

Dr. Rose Mini A. Prianto, M. Psi, Ketua Program Studi Psikologi Terapan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Presiden Direktur ESSA Consulting dalam Newsletter Morinaga mengatakan: "Dari aplikasi MI PlayPlan, harapannya si kecil bisa tumbuh menjadi Generasi Platinum yang multitalenta, karena untuk bisa unggul di satu bidang, misalnya musikal, si kecil perlu memiliki dan mengasah kecerdasan lainnya, seperti kecerdasan interpersonal. Kelengkapan modul stimulan MI PlayPlan persembahan Morinaga, dikreasi guna memfasilitasi para orangtua untuk mengembangkan multitalenta si kecil secara konsisten dan optimal."





Saya berikan Morinaga Chil-School Platinum Moricare+ 4 Rasa Madu untuk anak usia 3-12 tahun dari Kalbe Nutritionals. Kalbe Nutritionals dirintis sejak tahun 1982 dengan nama PT. Sanghiang Perkasa, tapi lebih dikenal sebagai Health Foods Division dari PT. Kalbe Farma Tbk, perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia. Terbukti telah menghasilkan produk-produk makanan kesehatan berkualitas dan mendapatkan sertifikasi ISO 9001: 2000 pada tahun 2002, sertifikasi HACCP (Hazard Analysis Critical Point pada tahun 2002, PT. Sanghiang Perkasa mendapatkan penghargaan Enseval Awards: Best Customer Focus pada tahun 2004, dan sertifikasi ISO 14000 pada tahun 2003.


Morinaga Multiple Intelligence Play Plan dan Moricare+ Prodiges merupakan sinergi antara nutrisi dan stimulasi untuk memaksimalkan kecerdasan majemuk anak. Morinaga Chil-School Platinum Moricare+ Prodiges dikembangkan oleh Morinaga Reasearch Center Japan yang senantiasa berinovasi dengan meneliti berbagai manfaat ASI dan nutrisi penting pertumbuhan anak. Penelitian sudah dilakukan selama lebih dari 90 tahun. 

Sudah siap jadi mama yang kreatif bersama Morinaga Multiple Intelligence PlayPlan?