Tampilkan postingan dengan label Morinaga MI Play Plan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Morinaga MI Play Plan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Januari 2016

Optimalisasi Kecerdasan Majemuk Menggunakan Morinaga Multiple Intelligence PlayPlan



Assalamu’alaikum, Bunda-bunda tentu sudah membaca tulisan-tulisan saya sebelumnya mengenai Morinaga Multiple Intelligence PlayPlanyang sangat membantu saya memberikan permainan-permainan edukatif untuk si kecil. Untuk bisa mengakses website www.morinagamiplayplan.com caranya mudah saja. Kita tinggal mendaftar dan mengikuti petunjuknya. Setelah mendaftar, saya diminta menjawab 64 pertanyaan untuk menganalisis kecerdasan yang paling dominan dari delapan jenis kecerdasan yang ada pada Salim. Setelah selesai menjawabnya, ada empat kercerdasan yang paling dominan: Musikal, Kinestetik, Naturalis, dan Visual Spasial. Selanjutnya nanti saya bisa mengembangkan kecerdasan itu dengan menggunakan stimulasi-stimulasi yang diberikan.


Dari Newsletter Morinaga, Helly Octaviana, Business Unit Head Nutrition for Kids, Kalbe Nutritionals, mengungkapkan, “Morinaga percaya, setiap anak lahir dengan potensinya masing-masing yang menjadikannya unik. Sejalan dengan pendidikan akademis yang harus ditempuh, pendidikan non akademis juga penting agar potensi si kecil berkembang maksimal.” Agar si kecil menjadi Generasi Platinum, yaitu anak-anak yang siap menerima masa depan dengan bekal fisik yang sehat dan kecerdasan intelektual, emosi, dan spiritual, Morinaga mempersembahkan MoriCare+ Prodiges yang merupakan sinergi antara nutrisi dan stimulasi. 

Dengan menggunakan filosofi sepuluh jari tangan yang berbeda-beda, setiap anak memiliki potensi yang berbeda-berbeda. Orangtua harus mengetahui dan memahami potensi si kecil sebagai langkah awal membesarkan dan membantunya berkembang sesuai dengan  kepribadian uniknya. Hal itu juga dapat membantu pengembangan karakter dan rasa percaya diri si kecil dalam menghadapi tantangan global. Inovasi MoriCare+ Prodigeslebih dari sekadar nutrisi atau beyond nutrition, karena menghadirkan sebuah modul digital: Multiple Intelligence PlayPlan atau MI PlayPlan.  

Saya sudah mencoba aplikasi tersebut dan sudah mendapatkan empat kecerdasan yang dominan ada pada Salim, 3,3 tahun. Saya sangat terbantu dengan games-games yang disediakan dan dapat dipraktekkan di rumah sehingga saya menjadi lebih kreatif dalam menstimulasi Salim. Aplikasi ini ditujukan untuk anak usia 1-6 tahun. Salim sangat senang sekali mempraktekkan ide-ide permainannya. Dia jadi memiliki kesibukan yang bermanfaat. 


Berdasarkan empat kecerdasan dominan yang ada pada Salim, saya mau menceritakan stimulasi yang sudah saya berikan, satu per satu. 

Pertama, Kecerdasan Musikal
Kecerdasan musikal adalah kecerdasan yang menekankan kemampuan memahami musik sebagai media untuk mengapresiasikan diri. Sekarang saya paham, mengapa Salim sangat tertarik dengan suara musik atau orang bernyanyi. Rupanya kecerdasan yang paling dominan adalah musikal! Salim itu kalau ada suara musik atau orang bernyanyi, dia akan tertawa-tawa lalu ikut bergoyang. Dia akan senang sekali kalau disuruh naik ke atas meja untuk bernyanyi. Dia juga suka bermain tebak suara, yaitu menirukan suara-suara hewan yang diketahuinya. Sayang, saya belum banyak menstimulasi kecerdasan yang satu ini karena saya sendiri kurang suka bernyanyi. Ini PR buat saya agar lebih semangat dalam memberikan stimulasi, diantaranya dengan bernyanyi saat melakukan kegiatan sehari-hari maupun membuat alat musik dari benda-benda yang mudah ditemukan.

Tahu sendiri kan, kalau kita membeli alat musik seperti gitar, piano, biola, itu berapa harganya? Stimulasinya bisa dimulai dari yang sederhana dulu. Yang penting anak berani maju ke depan dan menunjukkan bakatnya. Kecerdasan musikal ini bukan berarti ke depannya nanti anak saya akan menjadi pemusik atau penyanyi. Howard Gardner yang menggagas Kecerdasan Majemuk dan banyak ilmuwan lainnya meyakini bahwa kecerdasan musikal adalah pusat pengalaman manusia dan merupakan awal dari munculnya kecerdasan individu.

Kecerdasan musikal memiliki keterkaitan erat dengan jenis kecerdasan lainnya. Kita sering merasakan musik dengan tubuh kita melalui gerakan-gerakan seperti menghentakkan kaki, menggeleng-gelengkan kepala, menari, dan sebagainya, yang berhubungan dengan kecerdasan kinestetis. Kita juga merasakan musik dengan emosi, seperti menangis (saat lagunya sedih), tertawa (saat lagunya gembira), dan sebagainya, yang berhubungan dengan kecerdasan emosional (Interpersonal). 

Manfaat memiliki kecerdasan musikal itu diantaranya: memiliki pengetahuan untuk mengurangi stress yang dialami, meningkatkan kreativitas diri, menggali berbagai kemampuan terpendam untuk kepentingan belajarnya dan mengingat berbagai informasi mengenai sesuatu, mengasah suasana hati (mood) untuk lebih mengoptimalkan keberadaan dirinya, dan memiliki pengetahuan untuk memperdalam hubungan personalnya dengan orang lain. (sumber referensi: di sini)

Jadi, makin paham deh saya sekarang kalau kecerdasan musikal ini perlu distimulasi dengan baik. Wah, saya harus sering-sering bernyanyi nih untuk Salim. Tak heran kegiatan bernyanyi itu sering diadakan di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan TK (Taman Kanak-Kanak). Nah, aplikasi MI PlayPlan memberikan ide untuk membuat alat-alat musik yang mudah dibuat, salah satunya Gitar Kardus. Bahan-bahan yang diperlukan dan tahapan pembuatannya bisa lihat di gambar. 

Berhubung lemnya kurang kuat, maka saya menambahnya dengan lem selotip, lalu menjahitnya sedikit di tengah-tengah. Didiamkan dulu semalaman agar lemnya mengeras. Besok paginya, Salim bergaya dengan gitar kardusnya bak seorang Ksatria Bergitar! 

Cara membuat Gitar Kardus

Kedua, Kecerdasan Kinestetis
Kecerdasan kinestetis adalah kecerdasan yang menekankan pada penggunaan tubuh dalam berkomunikasi dan mengekspresikan diri. Kalau yang ini jelas sekali, karena Salim itu sangat aktif, tidak mau diam, selalu bergerak ke sana kemari, dan senang membongkar benda-benda. Makanya mainan-mainannya rusak semua karena dipreteli. Kalau belum copot semua onderdilnya, belum puas. Cara menstimulasinya dengan mengajak melakukan kegiatan-kegiatan fisik, seperti berlarian, melompat, naik sepeda, bermain di luar rumah, atau bermain pasir. 


Setidaknya sekarang saya mengerti mengapa saya seharusnya santai saja kalau anak-anak mengacak-acak rumah, tidak  bisa diam, berlarian, dan melompat-lompat di tempat tidur, karena itu salah satu cara menstimulasi kecerdasan kinestetis. Orangtua justru harus senang kalau anaknya aktif dan tidak ada gangguan pada salah satu anggota tubuhnya. 

Ketiga, Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan Naturalis merupakan kecerdasan dalam berpikir dan belajar yang berkaitan dengan pemahaman terhadap lingkungan sekitar kita, seperti tanaman, binatang, atau benda mati seperti air, batuan, atau gejala alam seperti hujan atau panas, atau tentang ruang angkasa. Yang namanya anak-anak, Salim memang suka dengan cerita-cerita binatang atau karakter-karakter hewan. Saya sering membacakan cerita hewan-hewan dan dia senang mendengarkannya. Nanti dia akan mengikuti suara hewan-hewan tersebut.  



Untuk stimulasinya, saya mencetak gambar-gambar siklus hujan, elang dan makanannya, serta gambar-gambar lain dari website MI PlayPlan. Saya ajak Salim untuk mewarnai gambar, sekaligus menjelaskan maksud gambar tersebut. Misalnya, gambar siklus hujan. Saya jelaskan bagaimana proses terjadinya hujan. Memang, anak seusia Salim belum mengerti benar, tapi insya Allah kalau sering diceritakan lama-lama dia mengerti. 



Keempat, Kecerdasan Visual Spasial
Kecerdasan Visual Spasial merupakan kecerdasan dalam berpikir dan belajar dengan gambar-gambar, memahami bentuk, pola, bentuk, posisi, dan ruang suatu obyek, termasuk untuk berpikir kreatif. Di antara cirinya adalah senang menggambar atau melukis, melihat lukisan-foto-film, membuat berbagai permainan kreatif, dan sebagainya. Salim memang suka sekali menonton film, termasuk video-video yang ada di You Tube. 


Cara membuat Penguin

Ahaa! Ternyata Rencana Bermain MI PlayPlan juga ada di You Tube. Saya membuat boneka Penguin dari kardus yang cara pembuatannya mengikuti video You Tube Morinaga Platinum, berjudul: Rencana Bermain Multiple Intelligence - Beri Makan Penguin. Salim ikut menggunting-gunting saat saya membuatkan boneka Penguinnya. Sekalian saja saya kasih tahu bentuk-bentuk geometri, seperti lingkaran dan segitiga. Setelah bonekanya jadi, dia pun tahu kalau Penguin itu makanannya ikan. Dia senang sekali memasukkan ikan-ikan ke mulut Penguin.



Demikian stimulasi yang sudah saya berikan kepada Salim. Tentunya itu belum cukup. Masih banyak ide-ide bermain lainnya di website MI PlayPlan yang  bisa saya praktekkan. Selain stimulasi, si kecil juga membutuhkan nutrisi. Nutrisi adalah perisai pelindung tumbuh kembang anak. Dikutip dari Newsletter Morinaga, DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), Ketua DIvisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD Dr. Soetomo FK Unair Surabaya menjelaskan, “Perisai pelindung yang dimaksud, tersusun dari tiga sisi yang terbingkai menjadi satu kesatuan yang saling menguatkan. Sisi pertama, terdiri dari stuktur dan sirkuit otak yang terbentuk dengan sehat dan kuat. Sisi kedua, terbentuk dari sistem kekebalan tubuh yang mampu melindungi anak dari paparan negative lingkungan sekitar. Dan, sisi ketiga terbentuk dari bangunan fisik tubuh yang mampu tumbuh sesuai dengan tahap manusia. Kekuatan bangunan Perisai ditentukan oleh bahan dasar penyusunnya, yaitu nutrisi sejak dini yang tepat dan seimbang.”



Salah satu nutrisi penting yang saya berikan adalah susu Morinaga Platinum Chil-School 4 MoriCare+ Prodiges Rasa Madu untuk anak usia 3-12 tahun dari Kalbe Nutritionals. Memiliki formula Platinum Moricare+Prodiges, inovasi unggulan berupa sinergi nutrisi antara faktor kecerdasan multitalenta, pertahanan tubuh ganda, dan tumbuh kembang optimal untuk mendukung si kecil menjadi Generasi Platinum yang Multitalenta. Alhamdulillah, Salim minum ASI sampai usia dua tahun lebih. Menjelang dua tahun, saya berikan susu formula tambahan, langsung menggunakan gelas. Salim suka meminumnya, jadi sekarang saya tidak perlu menyapihnya untuk kedua kali (menyapih dari dot). 


Minum susu Morinaga Chil-School Moricare+ Prodiges ini tiga kali sehari, insya Allah sudah memenuhi kebutuhan gizi dan energi si kecil, selain mengonsumsi makanan bergizi. Doa Mama, semoga Salim kelak bisa menjadi anak Generasi Platinum yang Multitalenta. Aaamiin…. 







Senin, 18 Januari 2016

Bermain Pasir Garam Berwarna bersama Morinaga Multiple Intelligence PlayPlan



Hai, teman-teman! Ini Salim datang lagi, mau cerita tentang pengalaman liburan tahun baru kemarin. Salim senang sekali liburan tahun baru kemarin diajak Mamah dan Ayah ke rumah Kakek di Garut. Dari rumah Kakek, Ayah mengajak kami berlibur ke Pamengpeuk, Garut Selatan, tiga jam perjalanan dari rumah Kakek. Horeee! Aku tahu kami mau ke mana. Iya, kami pasti mau diajak ke pantai! Di Pamengpeuk itu banyak pantai, lho. Wah, aku dan kakak-kakak nggak sabar ingin cepat sampai ke pantai. Aku suka sekali bermain di pantai. Ayah sudah dua kali mengajakku ke Pantai. Aku ingin berenang di pantai dan bermain pasir pantai yang bisa dibentuk macam-macam. 


Dari rumah Kakek ke Pantai Sayang Heulang, Pamengpeuk, butuh waktu tiga jam. Sepertinya jauh ya? Tapi perjalanannya menyenangkan kok, jadi nggak terasa jauh. Udaranya sejuk dan jalanannya nggak  macet. Begitu sampai di pantai, aku dan Kakak Sidiq nggak sabar ingin main pasir, padahal itu sudah jam 11 siang. Mataharinya panas sekali. Mama dan Ayah melarang kami bermain panas-panasan. Nanti saja kalau sudah agak sore. Sore hari, baru deh kami bisa puas-puasin main pasir dan berenang di pantai. Malamnya kami menginap di penginapan yang disewa Ayah. Esok paginya, kami ke Pantai Cijeruk Indah, masih di dekat situ juga. 


Aaaarh… padahal Mama nggak bawa baju ganti, tapi aku nekat nyebur ke air dan bermain pasir sampai bajuku kotor! Kakak-kakak juga begitu. Gimana, dong? Aku seneng sih main pasir. Aku dan kakak-kakak membuat istana dari pasir. Memang nggak mudah sih. Aku belum berhasil membuat istana yang utuh. Baru dicetak, eh istananya roboh lagi. Kakak Ismail serius sekali membuat istana pasirnya. Dia nggak mau diganggu. Kalau istana pasirnya roboh gara-gara aku, dia pasti kesal. Kalau Kakak Sidiq sukanya berlarian di pasir, bahkan sampai tiduran! Anehnya, walaupun matahari di pinggir pantai ini panas sekali, kami kok nggak merasa kepanasan ya? Pasirnya juga nggak terasa panas. Yah, mungkin karena pantai ini dikelilingi air laut, hehehe..... 

Kakak Ismail

Kakak Sidiq

Salim

Setelah dua hari bermain di pantai, kami harus pulang kembali ke rumah Kakek. Hiks… sedih, deh. Kami ingin main pasir lagi. Sekarang aku sudah di rumah, rasanya kangen sekali bermain pasir. Kami merayu-rayu Mama supaya mengajak bermain ke pantai lagi, ya tapi kan pantainya jauh. Liburan juga sudah selesai. Kakak-kakak harus sekolah. 

“Mama tahu, kita bikin pasir garam berwarna aja, yuk!” kata Mama. 

Wah, Mama punya ide apa lagi, ya? Mama sekarang jadi lebih kreatif gara-gara aplikasi Morinaga Multiple Intelligence PlayPlan  di www.morinagamiplayplan.com. Aku kan anak Generasi Platinum yang Multitalenta. Selain nutrisi yang cukup, aku juga membutuhkan stimulasi. Berhubung aku belum sekolah, aku sekolah bersama Mama saja di rumah. Mama memberiku stimulasi melalui ide-ide permainan yang kreatif dan edukatif yang diambil dari situs Morinaga MI PlayPlan. Ide permainannya dapat digunakan untuk anak usia 1-6 tahun. Salah satunya Pasir Garam Berwarna ini. Aku penasaran, deh. Seperti apa sih Pasir Garam Berwarna itu?






Mama mengambil bahan-bahan untuk membuat pasir garam. Bakalan seru, nih! 


Bahan-bahannya:
Sendok (untuk usia 1-3 tahun)
Pewarna makanan.
Wadah-wadah kecil atau plastic zip lock
Garam halus
Cetakan pasir. 


Aku mengambil garam, lalu menuangkannya ke mangkuk. Mama memberikan pewarna makanan warna merah dan memintaku meneteskannya sedikit ke dalam garam. Aku pun mengaduk-aduk garam dan pewarna makanan itu dengan sendok sampai  garamnya berwarna merah. Wow, seru banget! Apalagi kemudian Mama memberikan cetakan bintang laut dan memintaku untuk mencetak pasir garam berwarna itu. Aku jadi punya bintang laut! Saat membuat pasir garam berwarna ini, aku masih harus dibantu Mama untuk mengaduk pewarnanya agar tercampur merata bersama garam. Begitu juga saat mencetak bintang lautnya. Mama membantuku memasukkan garam ke dalam cetakan bintang laut, lalu memadatkannya agar dapat dicetak dengan sempurna.

Nggak terasa main pasir garam ini sangat menyenangkan, sampai-sampai pasir garamnya berceceran di lantai hehehe…. Mama sih sudah memberikan alas plastik untuk mencetak pasir garamnya, tapi karena kami mainnya sangat bersemangat ya pasir garamnya berlarian ke mana-mana. Aku jadi bisa melepas kangen main pasir di pantai, soalnya pasir garam ini mirip dengan pasir pantai. Pasirnya juga berwarna-warni. Aku jadi tahu warna pasir itu, namanya warna merah. Aku kan masih belum hapal warna. Kadang warna kuning pun aku bilang hijau. Bermain pasir garam yang berwarna-warni ini, selain mengasah keterampilan tanganku, juga bisa mengasah kreativitas mewarnai, memperkenalkan jenis-jenis warna, dan meningkatkan kemampuan visual. 




Sehabis bermain, Mama memberiku susu Morinaga Chil-School Platinum Moricare+ Prodiges 4 untuk anak usia 3-12 tahun dari Kalbe Nutritionals. Kakak-kakakku juga minum susu itu, karena usia mereka juga masih 8 dan 7 tahun.  Sekarang, susu Morinaga Platinum dilengkapi dengan MoriCare+ Prodiges untuk Pertahanan Tubuh Ganda agar dapat meningkatkan pertahanan di seluruh tubuh dan saluran cerna kami. Kamu pasti tahu kan, kita akan lebih asyik bermain dan belajar kalau tubuh kita sehat. Kalau sedang sakit, aku pun nggak semangat bermain dan belajar. Moricare+ Prodiges untuk Pertahanan Tubuh Ganda, mengandung:


Nukleotida: Berfungsi untuk meningkatkan respon antibodi dan pertumbuhan jumlah bakteri baik dalam tubuh, untuk melawan penyakit dan infeksi. 

Laktoferin: merupakan salah satu komponen yang ada di ASI yang berperan untuk melawan infeksi dalam tubuh sehingga anak tidak mudah sakit. 

Prebiotik (Laktulosa): merupakan makanan untuk pertumbuhan bakteri baik di saluran cerna. 

Probiotik Bifidobacterium B536 dan M16V (bakteri baik): merupakan bakteri baik yang ada di saluran cerna. 

Kombinasi Prebiotik dan Probiotik berfungsi agar kita nggak mudah diare maupun sembelit, sehingga nutrisi dapat terserap ke dalam tubuh dengan baik. 

Mama, besok kita main apa lagi, ya? Aku jadi nggak sabar menunggu permainan selanjutnya dari Mama dan Morinaga Multiple Intelligence PlayPlan!



Kamis, 14 Januari 2016

Membuat Papan Kegiatan bersama Morinaga Multiple Intelligence PlayPlan



Halo, teman-teman, apa kabar? Kenalkan, namaku Salim. Aku anak ketiga Mama Ela. Umurku tiga tahun tiga bulan. Aku belum sekolah. Setiap hari aku menemani Mama di rumah. Kata Mama, aku sekolahnya nanti aja kalau udah umur lima tahun. Aku juga mau main-main dulu sama Mama di rumah. Aku sukaaa bermain. Main itu menyenangkan, apalagi kalau mainnya sama Mama. Hff, aku sebel deh kalau lagi asyik main, eh Mama bilang,


“Salim… ayo, mandi dulu….”
Aku pasti jawab, “Nggak mau ah….” 

Seru deh, Mama akan mengejarku karena aku terus berlari, nggak mau disuruh mandi. Aku belum bisa bertanya, kenapa kita harus mandi? Tapi, Mama pernah bacain cerita tentang kuman yang ada di dalam tubuh manusia. Kakak-kakakku minta dibacakan cerita itu. Ceritanya mengenai dua anak yang diajak jalan-jalan oleh robot ke dalam tubuh manusia. Robot itu memiliki pistol yang bisa membuat tubuh manusia menjadi kecil. Mereka pun masuk ke dalam tubuh manusia yang ada di dekat mereka, dari mulai lubang hidung, telinga, sampai ke dalam perut. 

Upsss.. itu diaa! Ada kuman yang masuk ke dalam tubuh manusia! Kuman itu menyebarkan virus penyakit. Dia bisa masuk dari udara yang tercemar virus, tangan yang tidak bersih, rambut yang kotor, dan lain-lain. Kuman yang masuk ke dalam kulit wajah, bisa menyebabkan jerawat. Kuman yang ada di kulit tubuh, bisa menyebabkan gatal-gatal. Kuman yang masuk ke dalam hidung, bisa menyebabkan batuk dan pilek. Kuman yang ada di rambut, bisa menyebabkan ketombe.  Makanya, kita harus rajin mandi supaya tubuh kita bersih. Walaupun Mama sudah sering menceritakannya, aku masih malas mandi. Airnya dingin, sih. Aku kan udah besar, nggak boleh mandi air hangat lagi, kecuali kalau sedang sakit. Setelah Mama berhasil memandikanku, ada lagi perintahnya yang kadang-kadang aku nggak turuti. 

“Udah mandi, sekarang kita makan yaa….” Mama menyodorkan sepiring nasi dan lauk pauknya. Ada sayur dan ikan kesukaanku. Tapi, aku belum lapar, Maaa…. Aku menolak sambil menggeleng-gelengkan kepala. 

“Kenapa nggak mau makan? Ayo, Ade makan yaa…. Biar cepat besar dan pintar,” Mama berusaha membujukku.
“Ini bukan Ade, ini Salim….” Aku nggak mau dipanggil “Ade.”
“Iya, Ade Salim….”
“Ini Salim!” aku tetap nggak mau dipanggil Ade.
“Iya, deh, Salim…. Salim makan dulu, yaa….” Mama tetap berusaha membujuk dan aku tetap nggak mau. Mama terpaksa menyerah. Aku memang belum lapar, masa harus makan? Aku baru mau makan kalau sudah lapar. 

Malam hari, Mama kembali menyuruh sesuatu yang membuatku sebel. 

“Salim kenapa belum bobo-bobo? Mama udah bacain tiga cerita, nih. Ayo, bobo, dong…,” Mama berusaha membujukku. Aduh, aku kan belum ngantuk. Masa disuruh bobo. Mama terus membujuk, tapi aku nggak mau. Aku masih asyik melompat-lompat di atas kasur bersama kakak-kakakku. Kalau mereka belum bobo, aku juga belum mau bobo ah. Mama sampai pusing melihatnya. Kata Mama, aku nggak boleh bobo terlalu malam. Kakak-kakak juga nggak boleh bobo terlalu malam, nanti susah bangun pagi. Kakak-kakak kan harus berangkat ke sekolah.

“Hem, gimana kalau kita bikin papan kegiatan aja?” tiba-tiba, Mama mengusulkan sesuatu. Wah, wah, apa itu? Kakak-kakak langsung menyambut usulan Mama. Mama mengeluarkan benda-benda dari kotak ajaib!
“Siapa yang mau bikin?” tanyanya.
“Sayaaa!” Kakak Sidiq langsung mengacungkan tangan. Dengan bersemangat, Kakak Sidiq mengikuti Mama membuat papan kegiatan. 

Waah… ada apa saja itu yaah? Aku pun memperhatikan Kakak Sidiq, karena aku belum bisa ikut membuatnya. 


Papan Kegiatanku
Alat dan Bahan:

Karton warna kuning/ warna lainnya.
Velcro, atau kain perekat yang bisa dibeli di toko peralatan menjahit.
Spidol.
Gunting.
Double Tape.
Lem UHU. 


Kakak Sidiq tekun sekali membuat papan kegiatanku ini. Mama mendapatkan cara membuatnya dari www.morinagamiplayplan.com. Ini adalah aplikasi dari Morinaga untuk merencanakan dan menstimulasi kecerdasan majemuk (Multiple Intelligence) anak-anak usia 1-6 tahun, agar dapat mengembangkan seluruh potensinya secara maksimal sebagai Anak Generasi Platinum Multitalenta.  Di sini ada rencana bermain  (Morinaga MI PlayPlan) sebagai alat bantu. Apa saja sih yang disediakan oleh aplikasi ini? Ada alat identifikasi MI Morinaga, ide bermain, dan area cetak MI Morinaga yang bisa dicetak dan dipraktekkan di rumah. Wow, seru, kaaan…. Bilang ke mamamu ya, supaya kita bisa lebih asyik mainnya. Bermain sambil belajar. 





Pagi hari, saat kakak-kakak sudah berangkat ke sekolah, Mama mengajakku mandi. 

“Ayo, Salim, kita mandi dulu….”
“Nggak mau. Main dulu….”
“Nanti kalau sudah mandi, kita tempel papan kegiatannya….”
“Horeee…. Saya mau mandii….” Aku pun cepat-cepat mengikuti Mama ke kamar mandi. Asyiik… setelah mandi, aku langsung menempel karton yang ada gambar “mandi” dari atas ke bawah. Muncul deh tulisan “sudah dikerjakan.” 


Setelah mandi, aku minum susu Morinaga Chil-School Platinum Moricare+4 Rasa Madu untuk anak usia 3-12 tahun dari Kalbe Nutritionals. Aku memang belum sekolah, tapi aku kan sekolah di rumah sama Mama. Morinaga Chil-School Platinum Moricare+ Prodiges merupakan kombinasi antara zat gizi makro (protein) dan mikro (vitamin dan mineral) untuk pertumbuhanku. Aku kan masih dalam periode emas. Selain butuh nutrisi, juga butuh stimulasi. Stimulasinya dari permainan-permainan yang ada di Morinaga Multiple Intelligence PlayPlan (MI PlayPlan) itu. Nutrisinya, selain dari makanan bergizi, juga dari Morinaga Chil School Platinum Moricare+ Prodiges. Morinaga Multiple Intelligence PlayPlan dan Moricare+ Prodiges merupakan sinergi antara nutrisi dan stimulasi.

Cara membuatnya: sediakan air hangat sebanyak 180 ml  ke dalam gelas bersih. Airnya jangan terlalu panas ya, karena bisa mengurangi manfaat bifidobakteria hidup yang berguna untuk menyehatkan pencernaan. Tuangkan tujuh sendok takar peres Morinaga Chil School Platinum MoriCare+ Prodiges, lalu aduk dan minum deh. Bisa juga pakai air es. Hm, aku suka minuman dingin. Eh, tapi susunya jangan dihangatkan di dalam microwave lho, makanya harus segera diminum. Nanti nutrisinya bisa rusak kalau dipanaskan. 

Perutku sudah kenyang minum susu nih. Aku main dulu ya sebentar. Enakan main di taman, jadi bisa lari-lari dan teriak-teriak tanpa mengganggu Mama. Mama juga menemani, kok. Main pagi-pagi, udara masih segar. Setelah main, aku bisa melipat lagi karton yang ada gambar mainnya, muncullah tulisan “sudah dikerjakan.” Horeee….!  



“Nah, sekarang kita makan, yaa….” Mama membawa sepiring nasi dan lauk pauknya. “Salim bisa makan sendiri, kan?”
“Bisa!” aku menjawab dengan mantap. Aku suka makan sendiri. Memang sih agak sedikit berantakan, hehe…. Setelah makan, aku kembali melipat kartun yang bergambarkan “makan.” 

Siang hari, Mama mengajakku untuk tidur siang. Katanya, anak seusiaku masih harus tidur siang supaya perkembangan otaknya maksimal. Aku juga sudah ngantuk. Sambil mendengarkan Mama bercerita, mataku menutup pelan-pelan. Tahu-tahu aku sudah berada di dunia mimpi. 

Bangun tidur, aku bisa melipat lagi karton bergambar anak yang sedang tidur. Alhamdulillah, aku sudah mengerjakan semua kegiatan yang ada di papan kegiatan itu. Oya, kakak-kakakku juga bisa memakai papan kegiatan itu. Pastinya kegiatannya bertambah, karena kakak-kakakku sudah agak besar. Ditambah dengan kegiatan salat, belajar, dan membantu Mama. Yeaaayy! Asyiknya bermain dengan Morinaga Multiple Intelligence PlayPlan

Horeee! Semuanya sudah dikerjakan!
Teman-teman, coba juga yuk. Oya, kamu bisa baca cerita mamaku yang jadi kreatif di sini: Mama Kreatif Berkat Morinaga MI PlayPlan.