Assalamu'alaikum. Coba perhatikan foto di samping itu baik-baik. Ada yang menarikkah? Itu adalah foto saat saya sedang membeli Hotdog di Pasar Ikan Santolo Garut. Saat memasuki pasar, kami langsung bertemu sesosok wanita yang sedang jongkok dengan pakaian lusuh (kaus kecokelatan). Sidiq, anak saya yang nomor dua, nyeletuk, "Mah, kok itu nggak pakai celana?" HAH! Siapa yang nggak pakai celana? Waduuuh... anak saya melihat pornoaksi nih! Segera saya tarik anak-anak agar menjauhi wanita itu, yang rupanya sudah memperhatikan kami. BAYANGKAN! Wanita itu mengikuti kami! Maunya saya sih segera menjauh, tapi anak-anak minta dibelikan Hotdog. Saat penjualnya membuatkan pesanan, wanita itu ikut mengantri bersama kami!
Takut? Yap. Itu reaksi wajar, sebenarnya. Siapa yang nggak takut berhadapan dengan orang dengan gangguan jiwa? ODGJ atau Orang dengan Gangguan Jiwa adalah orang yang kehilangan kesadarannya sehingga bisa melakukan hal-hal di luar akan sehat. Contohnya, ya nggak pakai celana itu. Untung kausnya panjang. Coba kalau dia benar-benar telanjang. Bisa tambah heboh deh anak-anak saya. Anak-anak sudah mengerti batasan aurat wanita dan laki-laki. Kalau mereka melihat wanita berpakaian seksi, mereka akan berkomentar. Nah, jadi hati-hati deh berpakaian seksi di hadapan anak-anak. Kasihan kan, di usia muda, otak mereka sudah terkotori oleh pikiran mesum. Kecuali ODGJ ya... mereka tidak punya kesadaran, jadi susah dikasihtahu kalau harus pakai baju lengkap.
ODGJ itu terus memperhatikan kami yang sedang membeli Hotdog, sambil menjilati lidahnya. Mungkin dia lapar. Si penjual Hotdog memberikan sepotong roti, kemudian ODGJ itu pun pergi. Ah, kasihan.. pasti ada sesuatu yang membuat jiwanya terguncang hingga kehilangan kesadaran. Itu pengalaman terbaru saat berhadapan dengan ODGJ. Selama ini, alhamdulillah saya belum pernah mengalami hal-hal mengerikan saat berjumpa dengan ODGJ yang demikian. Ada teman yang dikejar ODGJ sampai menjerit-jerit. Kalau saya pilih menjauh. Mereka nggak akan mengganggu kalau kita sudah menjauh. Justru yang mengerikan itu adalah orang yang memiliki gangguan jiwa tapi tidak menyadarinya. Contohnya, EXHIBISIONIS.
Saya pernah dua kali bertemu dengan pria exhibisionis. Yang pertama, saya sedang duduk di angkot sendirian. Di depan ada supir, tapi penumpangnya baru saya saja. Tiba-tiba naik seorang laki-laki dan duduk di hadapan saya. Eh, dia membuka ritsleting celananya, daaaan.... dia memamerkan alat vitalnya dong. Kaget? Untungnya waktu itu saya tergolong lemot, alias telat mikir. Saya malah ngeliatin orang itu, lalu bingung nih orang ngapain sih? Mungkin orang itu kesal karena saya nggak menjerit-jerit ketakutan. Dia pun turun lagi dari angkot. Setelah itu, baru saya bergidik. Ealah.. tadi kan dia itu.... idiih.... Geli.... Mending cakep #eh.
Yang kedua, saat saya sedang berjalan berdua dengan teman di sisi kampus (ini kejadiannya masih kuliah). Dari arah depan, ada laki-laki berjalan ke arah kami. Teman saya yang mula-mula melihat. Dia menjerit, "Aaah... itu orang buka retsleting celananyaa!" Dia pun menarik saya agar keluar dari jalan tersebut dan mengambil jalan lain. Yah, kami memang belum sempat melihat "barangnya," untung sudah diantisipasi sejak dini hehe....
Nah, pengalaman teman saya yang paling mengerikan. Pulang dari kantor, dia naik angkot dan duduk di pojok. Kemudian ada laki-laki yang naik dan langsung duduk di pojok. Angkot pun segera penuh karena jam pulang kantor. Di tengah perjalanan, laki-laki itu membuka celananya dan memainkan alat vitalnya DI DEPAN TEMAN SAYA! Teman saya menjerit ketakutan, dan tahu apa yang terjadi? Pria itu semakin kesenangan dan orgasme! Ih, jijiiiiik..... Teman saya sampai muntah melihat cairan sperma di depannya. Dia semakin menjerit dan menangis. Soalnya pas orgasme itu, penumpang sudah mulai sepi. Supir angkot pun mengusir pria itu, tapi tetap saja trauma yang dirasakan teman saya itu nggak bisa hilang. Sampai besoknya, teman saya masih nangis-nangis.
Orang exhibisionis mungkin nggak sadar kalau dirinya terkena gangguan jiwa. Setelah saya baca-baca informasi, ternyata orang exhibisionis itu malah senang kalau korbannya menjerit-jerit ketakutan. Dia akan orgasme. Jadi, kalau ketemu orang seperti itu, mendingan bersikap seperti saya. Diam dan pura-pura nggak melihat. Dijamin tuh exhibisionis itu langsung balik, karena gagal membuat kita menjerit-jerit. Apa yang saya sebutkan ini sesuai dengan informasi yang saya baca di www.klikdokter.com yah.
Jadi, kalau bertemu dengan exhibisionis, ini yang perlu kita lakukan:
- Tetap tenang, jangan berteriak, apalagi menjerit-jerit karena hal itulah yang diinginkan pelaku demi mendapatkan kepuasan seksualnya.
- Tunjukkan wajah datar, tidak terkesan, dan masa bodoh. Kalau perlu, tertawakan saja kelakuannya itu. Atau picingkan mata dengan sorot mata, "punya lu kecil yee...." Itu akan membuatnya jera.
Bagi orang yang memiliki kecenderungan exhibisionis, lebih baik berkonsultasi pada psikiater atau dokter jiwa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar